Selasa, 08 Juni 2010

MENCEGAH KEMUNGKARAN

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengenai kriteria orang-orang yang beriman, sebagai berikut:

“Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ali Imran {3}:114),

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran {3}:104),

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah {9}:71).


Al-Qur’an al-Karim menggambarkan umat yang beriman dan utama dengan perkataannya di dalam surah Ali Imran ayat 110, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah .”

Begitu juga ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim lainnya, yang darinya kita dapat memahami bahwa memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, adalah salah satu KEWAJIBAN muslimin dan merupakan wajah masyarakat Islam, dan bahwa meninggalkannya akan mendatangkan laknat dari Allah azza wajalla. Karena Allah ta’ala telah berfirman, “Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maa’idah {5}:78-79).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak mampu maka hendaklah dia mengubahnya dengan lisannya. Dan jika tidak juga mampu maka hendaklah dia mengubahnya dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”

Saudara-saudariku yang dirahmati oleh Allah ta’ala…

Dapat kita saksikan bahwa hadits itu menyebutkan “kemampuan”.Dari sini kita mengetahui, bahwa seorang muslim dituntut untuk mencegah kemungkaran selama dia mampu melakukan pencegahan itu. Jika dia lemah dan tidak mampu melakukan pencegahan ini, maka dia tidak dihitung sebagai orang yang ikut serta dengan orang yang melakukan dosa tersebut. Karena Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-baqarah {2}:286).

Para ulama telah menetapkan syarat-syarat untuk mengingkari kemungkaran, di antaranya : (Mohon dibaca dan dipahami dengan tenang..)

1. Orang itu tahu bahwa ini adalah kemungkaran:
2. Dia memulainya dengan pengorbanan:
3. Kemudian berjalan di atas jalan yang lurus dalam melakukan pengingkaran:
4. Pengingkaran yang dilakukannya tidak mendatangkan bahaya yang lebih besar dibandingkan kemungkaran itu sendiri:
5. Dan dia layak serta mampu melakukan pengingkaran.


Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa pengingkaran (peniadaan) kemungkaran DENGAN TANGAN merupakan kewajiban para penguasa yang mampu melakukan perubahan. Pengingkaran kemungkaran DENGAN LISAN adalah kewajiban para da’i dan para pembimbing. Sedangkan pengingkaran kemungkaran DENGAN HATI adalah kewajiban orang yang tidak memiliki kekuasaan dan tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan. Sebab SERENDAH-RENDAHNYA derajat PENGINGKARAN terhadap sebuah PENGINGKARAN adalah di mana seorang muslim MERASA BENCI dan tidak suka DENGAN DOSA tersebut, menjauhinya, serta menjauhi orang yang melakukannya, lalu hatinya terpaut dengan ketaatan dan doa kepada Allah ta’ala untuk melakukan perbaikan.

Subhanallah, demikian saudara-saudarkiu, semoga penjelasan ini dapat dipahami dan membawa manfaat bagi kita semua. Wallahu tabaraka wa ta’ala a’lam …


bayangkan kalo ada api tetapi tak ada satu pun yg mau memadamkannya.. pasti makin menjalar

lebih parahnya kalo ada kemunkaran tapi ga ada yang mencegahnya.
bayangkan ya... ^,^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar