Wednesday, 1 August 2012

AKHIRAT DAN KAMUS OXFORD

Investasi dalam kamus Oxford artinya menggunakan uang untuk meningkatkan nilai uang itu sendiri. Misalnya membeli barang, property, saham, reksadana dan menjualnya lagi setelah beberapa waktu untuk mengambil keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan menyimpan uang di bank. Banyak orang investasi dalam bentuk tanah, rumah, ruko atau bahkan hotel, kemudian setelah bertahun-tahun nilai property menjadi naik berlipat ganda. Ada juga yang investasi dalam bentuk saham, investasi pendidikan, investasi kesehatan. Selain itu investasi yang agak besar yaitu investasi pengeboran minyak/ gas, barang tambang emas, batu bara dan sebagainya.

Yang lebih hebat lagi, bukan hanya tanah yang dikapling-kapling. Saat ini langit juga sudah dikapling-kapling. Langit dikapling untuk jaringan satelit dan komunikasi seperti internet dan telepon seluler. Itulah kesenangan dunia. Semakin banyak diperoleh maka semakin tidak puas. Seperti orang yang kehausan diberi minum air laut, maka ia tidak akan pernah puas.

Namun demikian, investasi dunia sifatnya hanya sementara. Ia akan hilang dan tidak pula akan dibawa mati. Setelah kita mati, harta kekayaan akan menjadi milik ahli waris. Istri yang cantik tidak sudi ikut dikubur. Anak yang lucu tidak mau menemani lagi. Rumah yang mewah ditinggal. Mobil yang bagus tidak bisa dibawa ke kubur. Semuanya ditinggal, kecuali tiga hal yaitu : amal jariah, doa dari anak yang soleh dan ilmu yang bermanfaat.

Investasi akhirat sifatnya kekal. Hanya modal sedikit saja, hasilnya tidak terkira. Bahkan tanpa modal materi, hanya berzikir kepada Allah, maka Dia akan memasukkan orang ke surga dengan derajat yang tinggi. Dari Abu Darda ra., Rasulullah saw bersabda, maukah kuberitahukan kepadamu suatu amalan yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhanmu, dan yang paling menaikkan derajatmu, dan lebih baik bagimu daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada berjuang melawan musuh, kamu membunuh musuhmu atau musuh membunuhmu ? Para sahabat menjawab : ya. Sabda beliau saw : Zikrullah (Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi dan Ibnu Majah) .

Di dalam Al Quran Allah SWT menawarkan perniagaan / bisnis sebagai investasi akhirat : Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ? Hendaklah kamu beriman kepada Allah dan RasulNya, dan kamu berjuang di jalan Allah dengan bersungguh-sungguh, dengan hartamu dan dirimu. Dan itulah yang lebih baik jika kamu mengetahui . Niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosa kamu, memasukkan kamu ke dalam surga, yang sungai-sungai mengalir di bawahnya. Dan tempat tinggal yang baik di surga Aden dan itulah keberuntungan yang besar. Dan ada lagi yang kamu sukai yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Dan Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong agama Allah!… (Surat Ash Shaff ayat 10-14).
Allah SWT, Dzat yang Maha Tinggi, Maha Pemberi rezeki, Raja Diraja, Penguasa dan Pemberi sekaligus Pencabut Kekuasaan para raja menawarkan investasi akherat, baik yang tanpa modal (dengan berzikir), atau dengan harta dan jiwa, yang mana saja harus kita ambil, seharusnya kita ambil. Yang jadi pertanyaan mengapa kita tidak mengambil tawaran Allah yang mengajak kita untuk berbisnis dengan-Nya, investasi akhirat. Atau kita ragu-ragu mengambil tawaran Allah SWT. Jawabnya karena iman kita lemah. Kita percaya bahwa neraka itu ada tapi kita masih sering nekat berbuat dosa. Kita percaya bahwa surga itu ada tapi kita masih sering malas-malasan berbuat kebaikan. Itu artinya kita percaya tapi kita kurang yakin bahwa neraka dan surga itu benar-benar ada.

Kalau ada calon presiden, gubernur, bupati atau walikota menawari kita untuk jadi tim suksesnya. Tanpa pikir panjang kita ambil. Padahal belum tentu untung. Untuk jadi tim sukses kadang harus keluar uang yang cukup besar juga. Nanti kalau calonnya menang uang akan kembali, baik dalam bentuk cash atau dikasih proyek. Kalau calonnya kalah, boro-boro dapat untung, babak belur yang didapat.

Yang jadi persoalan, bagaimana meningkatkan iman kita? Iman ini ibaratnya seperti uang. Kalau kita punya uang seribu atau kita punya uang semilyar. Sama-sama punya uang. Tapi, kalau kita punya uang hanya seribu, untuk beli pempek saja cuma dapat separuh. Beda kalau kita punya uang semilyar, kita bisa beli rumah, mobil dan segala macam yang kita sukai. Begitu juga dengan iman. Kalau iman kita lagi naik, maka kita mudah melakukan amal kebaikan, mudah baca Al Quran, mudah shalat wajib dan sunnat, bersedekah, berpuasa, berhaji, Sebaliknya kalau iman kita lagi turun, kita sulit beramal, bahkan kita lebih suka bermaksiat.

Kita bisa punya uang semilyar karena tahu pentingnya nilai uang. Sehingga kita melakukan usaha untuk mencari uang, menambah terus uang yang sudah kita miliki, investasi terus, lagi dan lagi, sehingga kita masuk kubur tidak bisa kabur. “Kamu telah dilalaikan (dari berzikir kepada Allah), karena bermegah-megahan, sehingga kamu masuk kubur” (At Takaatsur ayat 1-2).

Begitu juga dengan iman, kalau tahu nilai iman, maka kita akan berusaha untuk mendapatkan iman. Sama seperti berusaha untuk mendapatkan uang, maka kita berusaha untuk menanamkan investasi untuk mendapat dan meningkatkan iman. Cara mendapatkan iman tidak lain dan tidak bukan hanya dengan berdakwah, melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Dari abu Sa’id Al Khudri ra. Berkata : “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, Barang siapa melihat kemungkaran dilakukan dihadapannya maka cegahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lidahnya. Jika tidak mampu maka bencilah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman. (Hadis riwayat Muslim, Tirmizi, Ibnu Majah, Nasa’i).

Sekarang, berapa banyak kemungkaran berada dihadapan kita dan seberapa besar kita mencegah kemungkaran tersebut. Kemungkaran berada di rumah kita sendiri, tapi kita tak mampu merubah dengan tangan, lidah dan hati. Kemungkaran yang paling besar adalah meninggalkan shalat, karena itu berarti meruntuhkan agama. Anak kita sendiri sedang meruntuhkan agama (tidak shalat), adik kita, saudara kita, tetangga kita, dan banyak orang di sekitar kita sedang meruntuhkan agama. Maka untuk meningkatkan iman kita ajaklah orang-orang untuk kembali kepada Allah, untuk taat kepada Allah. Kita tingkatkan lagi pengorbanan kita untuk agama. “Barangsiapa menolong agama Allah maka Dia akan menolong kita dan Dia teguhkan langkah-langkah kita (Surat Muhammad ayat 7)

MENCARI PERTOLONGAN ALLAH SWT

Hidup manusia memang penuh cobaan, jalan terjal penuh berliku yang terkadang menjadikan kita berputus asa, termasuk urusan rezeki. Bisnis yang dulu berjaya tiba-tiba merugi, hutang menumpuk dimana-mana dan sebagainya.Padahal kita merasa sudah berupaya semaksimal mungkin mengatasinya, namun tetap saja belum membuahkan hasil. Hal utama yang perlu dan patut kita renungkan adalah dengan introspeksi yaitu dengan sebuah pertanyaan sejauh mana usaha kita tersebut?

Usaha manusia mencakup dua dimensi, yaitu lahiriah dan batiniah. Biasanya usaha batiniah yang sering kita lupakan. Ujung-ujungnya ketika kita menghadapi kendala dalam usaha, kita langsung memvonis bahwa Tuhan tidak adil. Padahal, Dia selalu menolong hamba-Nya, namun kita sendiri yang tidak mau meminta pertolongan-Nya.

Saya akan memberikan cara bagaimana hutang-hutang anda segera terlunasi dengan cara Islam, yaitu dengan doa-doa yang berasal dari sumber yang dapat "dipertanggungjawabkan". Artinya isi kandungan dari doa-doa kita tidaklah bertentangan dengan syariat Islam.

Salah satu contoh cerita yang sangat termasyur. Dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a. diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW memasuki masjid. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang sudah duduk lama di dalam masjid, pemuda itu bernama Abu Umamah. Rasulullah SAW bertanya kepadanya : "Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid pada waktu-waktu di luar shalat?" Abu Umamah menjawab, "Aku sedang dilanda kesusahan dan dililit hutang-hutang wahai Rasulullah."

Rasulullah kemudian bersabda kepadanya, "Ketauhilah aku akan mengajarkan kepadamu ucapan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah SWT akan menyingkirkan kesedihan dan membayarkan hutang-hutangmu. Ucapkanlah pada waktu pagi dan sore.

" اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

"Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzubika minal jubni wal bukhli wa a'udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali"

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia."


Kata Abu Umamah radhiyallahu 'anhu: "Setelah membaca do'a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas semua hutangku." (HR Abu Dawud 4/353) Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan.

Jangan sampai kita diberi tahu sama ahli dan pakar kitanya lebih percaya tekun mencatat, tetapi hadist Rasulullah SAW yang dikasihkan kepada kita dicuekin, bagaimana etika kita disisi Allah SWT, caranya gak dipakai. Padahal semua proses itu adalah bagian dari proses kepada solusi, bagian dari ibadah, bila masuk kedalam Islam pakailah semuanya yang membuat Allah redho, ada sabar, ada tawakkal bila ikhtiar sudah makslimal dan melanggengkan ketaatan. 

( Kepastian Pertolongan Allah SWT )

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesngguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (TQS. Al-Hajj : 40)

Ayat ini menjelaskan kepastian pertolongan Allah bagi orang yang menolong-Nya. Kepastian pertolongan Allah ini dapat dilihat dari penggunaan perangkat tauqid sebanyak dua kali, yaitu lam ibtida’ dan nun tauqid (nun bertasydid). Penggunaan perangkat tauqid ini bertujuan agar orang yang menerima informasi benar-benar yakin akan kebenaran isi berita yang disampaikan kepadanya. Apalagi ditekankan sampai dua kali penekanan. Maka semestinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun dibenak kita bahwa Allah benar-benar akan menolong orang yang menolong-Nya.

Imam Al-Baghowi menjelaskan, bahwa menolong Allah yang dimaksud adalah menolong agama-Nya dan nabi-Nya. Sedangkan Imam Ath-Thobari menjelaskan, bahwa yang dimaksud adalah berjihad di jalan Allah, untuk meninggikan kalimat Allah atas ejekan musuh-musuh-Nya.

Menolong agamanya Allah berarti menolong agama Islam. Dengan kata lain mengembalikan posisi agama Islam sebagaimana mestinya agar Umat Islam ini kembali kepada ajaran Agama-Nya dan mencintai Agama-Nya. Dikala saat ini banyak umat yang dipalingkan oleh kelalaian dan kemaksiatan secara merata.

Dalam surah Al-Hajj ayat 40, Allah pasti menolong orang yang menolong Allah. Pada ayat 41, Allah menyifati orang-orang yang mendapat pertolongan tersebut :

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Artinya : (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan.
Kalau pada ayat tersebut Allah menunjukkan karakter orang-orang yang akan mendapat pertolongan Allah, maka sebaliknya pertolongan Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki karakter sebagaimana yang telah Allah tetapkan. Karakter orang yang mendapat pertolongan Allah adalah orang-orang yang menjalankan/mengerjakan syariat Islam dan orang-orang yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Sedangkan orang-orang yang melanggar syariat Islam, apalagi berupaya mengganti syariat Islam dengan aturan yang lain, tentu pertolongan Allah tidak akan diberikan. Demikian juga orang-orang yang tidak mau melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, tentu tidak akan mendapatkan pertolongan Allah.

Karakter yang lain yang tidak akan mendapat pertolongan Allah adalah:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Artinya : Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan (TQS. Huud : 113)

Pada ayat tersebut, Allah menjelaskan sifat orang yang tidak mendapat pertolongan Allah adalah orang yang cenderung kepada orang yang berbuat dzalim dan meridloi kedzaliman yang mereka lakukan serta tidak ada upaya untuk menghentikan kedzaliman mereka. 

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآَخِرَةِ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

Artinya : Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong (TQS. Al-Baqarah : 86)

( Bersedekah )

“Bagaimana mungkin saya bisa melakukan sedekah? Untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja masih kurang, belum lagi hutang masih menumpuk?”pertanyaan inilah yang sering dikemukakan orang yang berhutang ketika disuruh bersedekah. “Aya-aya wae!” (ada ada saja), demikian sanggahnya. 

Padahal, kalau mereka tahu, justru inilah jalan keluarnya. Saat kita dihimpit persoalan ekonomi, saat kita banyak hutang dan tidak tahu bagaimana cara membayarnya, sedekah solusinya! Jika digali lebih dalam firman Allah ini, dengan artinya pada Surah At Talaq ayat 7 : “Dan orang yang disempitkan rizkinya, hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya”, maka sedekah ternyata bisa menjadi solusi dari masalah yang sedang kita hadapi. Kalau ingin urusan kita selesai, segeralah bersedekah dan gabungkan dengan amalan-amalan lainnya, dengan ikhlas myakini Allah maha kuasa atas segala sesuatu, banyak nyebut, banyak sholawat dan istighfar. Jangan malah orang ditawakalin, digantungin sampai jadi hilang harga diri..naikan terus intensitasnya, naikan dan naikan semua ibadah jangan berhenti, kuatkan keikhlasan semua harapan dan kejadian ditangan Allah bukan ditangan yang lain. 

Dan yang lebih penting adalah amalan sehari-hari, jangan sekedar ibadah itu hanya ritual tanpa memperbaiki diri, yang masih ganjen stop ganjennya mending kirim2 hadist terutama bab akidah, bab mencegah kemusyrikan yang pahalanya gedean semisal dilarang baca perbintangan, ramalan dsb karena dosa syirik bisa mengakibatkan kekafiran tanpa sadar, atau memulai pakai jilbab, saudara kita yang ke dukun, yang doyan maksiat zina dan judi, benerin keluarga kerabat toh semuanya akan kembali kepada kita, manfaat dakwah paling utama dibanding manfaat lainnya karena mengantar kepada keselamatan dunia dan akhirat.

Para Nabi, Wali itu doanya cepet kekabul karena mereka paling banyak ngasih manfaat ilmu Allah kepada orang banyak, JADI sekali mereka berdoa, shalat, hasilnya berlipat ganda, lakukan dengan ikhlas yakin, kejar balasan akhirat, dunia bakal mengejar tanpa capek, ngurus anak orang, rumah orang, kantor orang aja dibales cepet jasanya sama manusia, apalagi ngurus agama Allah..beneran abis, makanya kasihan bagi yang gak nyadar2 dan terus hidup meragu menggapai impian kosong. Di Islam untuk ibadah Gak sekedar mikirin dirinya sendiri, tapi benerin orang lain, keluarga, adik-adik kita, teman2 kita semaksimal mungkin.

Janji Negara, Presiden, Konglomerat bisa bohong, bisa ada kendala diluar dugaan, tetapi janji Allah pasti beneran dalam bentuk yang terbaik kepada kita. kalo kita perbanyak beramal, ikhlas, apalagi sampe terjadwal, dan larinya juga kenceng, kekuatannya juga maksimal demi kebesaran-Nya, kebaikan-Nya, dengan mengingat semua nikmat-Nya, dannnn demi mencapai redho Allah, menjalani bertahap ayat-ayat perintah-Nya dimana ada janji pertologan Allah disitu, maka ini lebih aman dan nyaman. INVESTASI MASA DEPAN YG TERJAMIN

Perbanyak merenung, takarub, dzikir, renungi ayat2 Allah, binalah hati bawa dalam keyakinan, dan ingatlah semua hikmah kehidupan yang telah lewat, mana ada yang tanpa kehendak Allah ? 

Semoga semua kita ditolong Allah SWT dan bagi yang kena masalah Allah angkat masalahnya dengan kebaikan, bukan keburukan. Karena banyak yang nyaman hidupnya, seperti Yahudi2 tetapi mereka dalam kesesatan. Cukuplah Allah sebagai tujuan terbesar kita, secara lahir dan bathin semoga Allah memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua, Amin