Saturday, 31 December 2011

..**Wanita Bagaikan Ladang**..




Bismillaahirrohmaanirrohiim.. 


Ketika Khadijah jatuh cinta pada Muhammad dan kemudian meminta saudaranya untuk melamar Rasul pilihan Allah. Malah Khadijah terbilang sangat berani karena dia adalah wanita yang sudah berusia 40 tahun, berstatus janda dan jarak usianya cukup jauh dengn rasul dengan selisih 15 tahun. Tapi subhanaullah, Rasul tak menganggap Khadijah sebagai wanita yang rendah, dan tidak mencelanya. Malah Rasul yang saat itu terkenal sebagai pemuda yang jujur malah merasa rendah diri dan menganggap bahwa dirinya tidak pantas disunting oleh wanita mulia seperti Khadijah. Dan pada akhirnya Rasul tak pernah berhenti bersyukur dianugerahi Khadijah oleh Allah, tak henti-hentinya Rasul mengucapkan terimakasih pada Khadijah yang telah memilihnya sebagai seorang suami dan hanya kepada Khadijah-lah Rasul memberikan cinta sejatinya….padahal Khadijalah yang terlebih dahulu mengajukan dirinya.


Selain itu pula, berdasarkan riwayat dari Tsabit al Bunnani berkata, “Aku berada di sisi Anas, dan di sebelahnya ada anak perempuannya. Anas berkata, “Seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW. Menawarkan dirinya seraya berkata, “Wahai Rasulullah apakah engkau berhasrat kepadaku? (dan di dalam satu riwayat, wanita itu berkata, “wahai Rasulullah, aku datang hendak memberikan diriku padamu). Maka putri Anas berkata, “Betapa sedikitnya perasaan malunya, idih… idiih”. Anas berkata, “Dia lebih baik dari pada engkau, dia menginginkan Nabi SAW. Lalu menawarkan dirinya kepada beliau. (HR Bukhari). 


Bukhari membuat hadits ini di dalam bab “wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang saleh”. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Diantara kejelian Bukhari ialah bahwa ketika beliau mengetahui keistimewaan wanita yang menghibahkan dirinya kepada laki-laki tanpa mahar, maka ia meng-istimbat hukum dari hadits ini mengenai sesuatu yang tidak khusus, yaitu diperbolehkan baginya berbuat begitu. Dan jika si laki-laki menyukainya, maka bolehlah ia mengawininya”(3)


Dalam riwayat tersebut sudah sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa, adanya kebolehan bagi seorang wanita untuk melamar seorang lelaki lebih dulu. Alias melakukan inisiatif terlebih dahuhu. Bukan berarti wanita yang mengajukan dirinya adalah wanita yang rendah dan tidak laku, ini adalah anggapan yang salah dan menurut saya sangat buruk. Sebab, Rasul yang merupakan lelaki yang mulia saja, tak pernah melarang dan tak pernah sedikitpun mencela wanita-wanita yang mengajukan diri kepadanya. Dia menghargai wanita-wanita tersebut yang bertujuan mulia terhadap dirinya. Penolakan yang dilakukanpun sangat halus sehingga tidak sampai membuat wanita tersebut merasa malu dan tersakiti. Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Anas yang malah memuji wanita tersebut dan mencela putrinya yang beranggapan buruk terhadap wanita tersebut.


Namun sangat disayangkan, masih banyak diantara kita yang menganggap bahwa seorang wanita tidak pantas untuk mengajukan dirinya sebab itu akan menghinakan dirinya sendiri. dan terkadang masih ada saja ikhwan yang tanpa berpikir panjang langsung menolak ketika dipinang oleh seorang akhwat padahal akhwat tersebut bukan mengajaknya untuk berbuat sesuatu yang haram melainkan suatu perbuatan yang bernilai ibadah.


Oleh karena itu, pendapat saya pribadi, teman-teman akhwat yang berani mengajukan diri mereka kepada seorang ikhwan adalah sikap yang mulia. Alasan yang mendasari mereka adalah, mereka tak ingin hatinya terus berzina karena mempunyai perasaan pada seorang ikhwan. Dengan memberanikan mengajukan diri maka setidaknya mereka bisa mengetahui apakah ihwan tersebut mempunyai perasaan yang sama terhadap mereka atau tidak. Jika misalnya ya…maka perasaan cinta itu akan bernilai pahala ketika berakhir di pelaminan.


Toh jika pada akhirnya nantinya mereka ditolak, mereka akan berhenti untuk mencintai dan kemudian mulai dari awal lagi menata hati untuk ikhwan yang berikutnya. Tapi bukan berarti akhwat yang tidak mengajukan dirinya itu tidak mulia, sebab pada dasarnya yang mengatur scenario bagaimana jalan pertemuan kepada jodoh kita, adalah Allah. Bukan begitu..?
Sekali lagi, saya ingin mengatakan betapa bangganya saya kepada sahabat saya tersebut. Dia berani untuk mengejar cintanya walaupun dengan konsekunesi menanggung malu jika ditolak. Bagi saya itu bukanlah hal yang memalukan, sebab dia berani mengajukan dirinya. Tidak seperti saya yang ketika itu hanya bisa melihat dan mengagumi seorang ikhwan dari kejauhan. Dan hanya berdoa kepada Allah untuk memilihkan padaku pilihan yang terbaik.


BAGI PARA IKHWAN....
Dan bagi para ikhwan yang mungkin tiba-tiba ketiban duren, tiba-tiba bernasib seperti Fahri yang dalam film Ayat-Ayat Cinta, ceile…alangkah mulianya jika kalian menerima pinangan akhwat tersebut terlebih dahulu. Ini hanya sebuah saran. Mengapa? Saya seorang akhwat, saya tau perasaan apa yang sedang dihadapi oleh teman-teman akhwat yang mengajukan dirinya.


Jika para ikhwan membutuhkan 100 keberanian untuk melamar seorang akhwat, maka seorang akhwat membutuhkan 1.000.000 keberanian untuk melamar seorang ikhwan.
Jika seorang ikhwan membutuhkan waktu satu minggu untuk melupakan penolakan dirinya oleh seorang akhwat maka seorang akhwat membutuhkan waktu 1 tahun untuk melupakan penolakan dirinya oleh seorang ikhwan bahkan mungkin juga dia tidak bisa melupakan penolakan tersebut seumur hidupnya.


Dan ketika seorang akhwat mengajukan diri kepadamu, itu karena dia sudah berikhtiar kepada Allah sebulan bahkan setahun lamanya. Dan si akhwat telah menganggap bahwa engkaulah ikhwan yang terbaik diatara yang lainnya. Jika pada masa ta’arauf ada sesuatu yang tidak berkenan di hati kalian, maka tidak ada halangan bagi kalian untuk kemudian memutuskan ta’aruf tersebut.

BAGI PARA AKHWAT....
Wahai saudariku….kejarlah cintamu...dan raihlah kebahagiaanmu,,,,sebab cinta itu memang butuh sebuah perjuangan…..namun janganlah lupa menyandarkan cintamu yang pertama kepada Allah…dan tetaplah berjalan sesuai dengan perintah-Nya…dan jagalah iffahmu sebagai wanita-wanita mulia yang insya Allah kelak menjadi Wanita Penghuni Surga. Aamiin.

Catatan :
(1)Akhwat : Arti sebenarnya adalah sebutan panggilan untuk seorang wanita muslim, namun di masyarakat biasanya di identikkan untuk menyebut wanita yang menutup aurat secara 
sempurna sesuai syariat, dan yang telah belajar dan memahami islam.
(2)Ikhwan : Arti sebenarnya adalah sebutan panggilan untuk seorang laki-laki muslim, namun di masyarakat biasanya diidentikkan untuk menyebut laki-laki yang yang telah belajar dan paham dengan ilmu islam.


Baarokumulloohu fiikum^___^

..**Kamulah WONDER womenku**.. ^__^


 

Aku bukan wonder women mu
Yang bisa terus menahan rasa sakit karena mencintaimu

Pernah denger lagu itu dimana yach?? Kayak nggak asing…oalaah..pernah denger waktu ngantri gorengan di Mbak Yah…itu kan lagunya si Mulan Jamil adeknya Saipul Jamil..hohoho…!!
 

Ngomongin wonder women jadi inget pahlawan wanita yang nempel di dinding (emank cicak!hehe), maksudnye yang ntu tuh..yang gambarnya nempel di dinding. Ada Cut Nyak Dien, Kartini de el el. Kata bu guru mereka adalah palwan alias pahlawan wanita yang rela menahan derita karena mencintai negara ini…weeesss…so sweet!! Emank sich si palwan-palwan yang kita sebutin tadi emank wonder women tapi yang mo kita bahas kali ni adalah yang paling wonder diantara si wonder-wonderan tadi (maksud loh??).
Dialah Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah. Dialah si wonder women yang sangat dicintai oleh umat dan Rasulullah sendiri. Bayangin pren saking cintanya Rasulullah kepada Khadijah, beliau sampe merasa nggak bisa dapet pengganti yang kayak Khadijah…so sweet! Emank apaan sich kelebihan Khadijah sampe Rasulullah segitunya??

Dialah 'wanita suci'
Khadijah adalah seorang janda berusia 40 tahun. Klo katanya artis-artis yang menjanda banyak digunjing orang (digosipin gitu loh!) lain halnya dengan Khadijah. Yo mesti lain dunk, lha wong klo artis-artis menjanda, buru-buru dan berlomba-lomba cari 'pacar baru' ato malah 'para berondong' tapi klo Khadijah menjaga kesucian dirinya dengan menjaga tutur kata dan perilakunya. Banyak lelaki yang mencoba meminangnya dengan iming-iming harta mas kawin yang berlimpah tapi Khadijah menolak semua pinangan itu. Sehingga Khadijah pada masa jahiliyah diberi gelar 'wanita suci' (thahirah)

Dialah 'wanita cerdas'

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah mengelola urusan perdagangannya sendiri sehingga beliau mampu bersikap cerdas dan tegas dalam mengambil keputusan dan sabar dalam menghadapi cobaan. Sehingga beliau biasa menggunakan pengalaman ini dalam membantu dakwah Rasulullah.

Dialah 'wanita tegar'

Dikelilingi dengan ancaman dan intimidasi untuk suami dan keluarganya, beliau tetap menyebarkan ketenangan dan kasih sayang diantara keluarganya. Beliau tetap menunjukkan keteguhan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan. Tidak sekalipun beliau mengeluh akan keadaan, tapi beliau selalu memberi dukungan penuh atas dakwah Rasulullah. Untuk ketegarannya ini Allah membalasanya dengan memberi kabar gembira kepadanya. Rasulullah bersabda ,”Aku diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah bahwa akan dibangun untuknya di surga sebuah rumah dari permata; tak ada hiruk pikuk dan rasa lelah di sana”

Dialah 'wanita lembut hati'

Kekuatan spiritual dan kejernihan cinta yang menjadikannya orang pertama yang mengimani risalah Muhammad. Beliaulah yang berperan dalam menghilangkan keraguan dan ketakutan dalam diri Muhammad. Saat pertama menerima wahyu Rasulullah bercerita kepada Khadijah ,”Wahai Khadijah, aku sering mendengar suara-suara dan melihat cahaya. Aku khawatir aku telah gila.” Khadijah menjawab ,”Allah tidak akan pernah melakukan hal itu padamu, wahai putra Abdullah”. Dengan lemah lembut beliau selalu berusaha menghibur suaminya.

Mengingat perjuangan dan pengorbanan Khadijah untuk Rasulullah dan umat, ya nggak heran beliaulah si wonder women umat bahkan wonder women untuk Rasulullah sendiri. Karena begitu cintanya Rasulullah ama Khadijah, istri-istri beliau pada ngiri semua. Seperti cerita Aisyah r.a., “Aku tidak pernah merasa cemburu kepada wanita sebesar rasa cemburuku kepada Khadijah. Aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah sering menyebut dan mengingatnya. Ketika menyembelih seekor kambing, beliau selalu memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah. Aku pernah berkata pada Rasulullah,'Seperti tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah.'Rasulullah menjawab,'Khadijah itu begini dan begitu,dan dari dialah aku memperoleh anak'.”
Wiiih…so sweet…pada ngiri semua dech. Prend juga ngiri??? Jangan sekedar ngiri aja atuh…teladani sifat-sifatnya biar jadi muslimah yang tangguh. Jadikan diri kita wonder women yang berjuang dengan sekuat tenaga di jalan dakwah kayak Khadijah binti Khuwailid. Mau???

“ Demi Allah, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia yang beriman kepadaku ketika semua orang ingkar. Ia yang mempercayaiku ketika semua orang mendustakanku. Ia yang memberiku harta pada saat semua orang enggan memberi. Dan darinya aku memperoleh keturunan-sesuatu yang tidak kuperoleh dari istri-istriku yang lain “ (HR Ahmad)

..**Profil Muslimah Shalihah**..




Siapa sih yang tidak ingin masuk surga dan mendapatkan keridhoan Allah SWT. Ternyata Islam banyak memberikan tuntunan bagi kita semua untuk menjadi orang-orang yang punya kesempatan besar menjadi penghuni surga. Pada bulan ini, kebetulan banyak membahas tentang perempuan, kita akan berbincang-bincang dengan Ustzh Ir Lathifah Musa, Beliau adalah Konsultan Keluarga Sakinah di Klinik Anak Muda untuk Pergaulan Islami. Topik kita kali ini berjudul: Profil Muslimah Sholihah.

Ustadzah, Saat ini sebenarnya para muslimah sudah mulai ingin menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih mulia, lebih barakah dan mendapatkan sakinah mawaddah wa rahmah dalam keluarga. Namun sebenarnya masih banyak yang belum faham seperti apa sih profil seorang muslimah yang baik? Apalagi banyak yang menyodorkan profil-profil wanita yang berprestasi, tapi kok kriterianya nggak jelas. Misalnya apakah yang seperti artis atau seperti wanita pengusaha terkenal? Kita kan hidup di negeri muslim.Mayoritas kita juga beragama Islam, sementara profil muslimah sholihahnya tidak ketahuan seperti apa?

Kita memang hidup di negeri muslim, mayoritas kita juga beragama Islam. Hanya system hidup kita memang belum seperti seharusnya seorang muslim. Sistem hidup kita masih menganut faham kapitalis dan liberalis. Sehingga dalam mempublikasikan profil muslimah pun akhirnya tidak mewakili teladan seorang muslimah sesuai dengan aturan Allah SWT. MIsalnya masih banyak para muslimah yang bingung, seperti apa sih sosok perempuan yang harus ditiru? Apakah profil Maia dari Grup Duo Ratu yang kalau menurut gambaran sosok wanita Barat memang dipandang memiliki kemandirian yang tinggi untuk menentukan sikap. Disamping mampu mandiri secara ekonomi, dia juga memiliiki eksistensi di dunia musik, bisa memutuskan sikap untuk bercerai dari suami dan tidak pernah tenggelam dalam duka bahkan semakin produktif bernyanyi. Atau mungkin seperti pengusaha perempuan ternama yang memiliki banyak perusahaan, atau mungkin seperti Dewi Persik dan Jupe yang tidak segan-segan mengekspose tubuhnya. Bagi mereka ekspose tubuh adalah bagian dari seni dan profesionalitas sebagai artis. Seperti apa sih? Kenyataannya media massa selalu mencekoki masyarakat muslim Indonesia dengan profl-profil seperti mereka. Mungkin Luna Maya, Sandra Dewi, Marcella Zaylianti, dll. Terlebih lagi award-award atau penghargaan juga banyak dinobatkan di kalangan ini. Inilah yang semakin menenggelamkan profil seorang muslimah yang sesungguhnya. Kalaupun ada upaya masih melekatkan Islam, tetapi nilai-nilainya diselewengkan. Misalnya seperti dalam film perempuan berkalung sorban. Seperti itukah sosok muslimah yang baik? Di satu sisi ada upaya untuk mempopulerkan sosok dengan nilai pemberontakan yang bebas seperti itu. Ini yang membingungkan umat. Akhirnya bagi muslimah-muslimah yang sebenarnya masih terikat dengan nilai-nilai Islam, tapi pemikiran mereka masih rendah, dan tidak rajin memperdalam ilmu Islam, mereka ini pun merasa minder. Berada pada posisi rendah dan seolah-olah tidak berprestasi. Inilah salah satu keberhasilan musuh-musuh Islam dalam membolak-balikkan pemikiran kaum muslimin. Dengan cara ini mereka berhasil meragukan para muslimah terhadap identitas keislamannya.

Kalau menurut Islam, bagaimana profil seorang muslimah yang sholihah?

Di dalam Islam, seorang wanita yang sholihah memiliki karakter sebagai berikut.

Mentaati Allah dan suaminya. Ketaatan kepada suami ini adalah dalam rangka mentaati Allah SWT, karena Allah SWT memerintahkan para istri untuk mentaati suami. Allah SWT berfirman: “Ar rijaalu qowwaamuuna alannisaa.Bimaa fadhalallaahu ba’dhuhum alaa ba’dhin wa bimaa anfaquu min amwaalihim. Fashsholihaatu qaanitaatun haafizhaatun lil ghoibi bimaa hafizhallaah: Laki-laki adalah pemimpin perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dank arena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang sholihah adalah mereka yang mentaati Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah memelihara mereka.” QS An nIsaa:34). Rasulullah Saw juga bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih memberikan manfaat kebaikan bagi seorang mukmin setelah ketaqwaannya kepada Allah daripada seorang istri yang sholihah. JIka ia memerintahkannya, ia menaatinya. Jika ia memandangnya, ia menyenangkannya. Jika ia mendatanginya, ia memuaskannya. Dan jika ia menunggalkannya, ia akan memelihara diri dan harta suaminya.” HR Ibnu Majah. Dari Umma Salamahh, Rasulullah Saw bersabda: “Ayyumaa imra atin, maatats wa zaujuhaa raadhin dakhalats al jannata.”: Wanita mana saja yang meninggal, sementara suaminya meridhoinya, ia pasti masuk surga.” HR At Tirmidzi.

Berhias untuk suaminya. Dalam hal ini Nabi Saw pernah ditanya: Wanita manakah yang paling baik? Beliau menjawab: Yaitu wanita yang menyenangkan suaminya, jika suaminya memandangnya, yang menaati suaminya ketika memerintahkannya, dan yang tidak bermaksiat kepada suaminya menyangkut diri dan harta suaminya.” HR al_Hakim

Memelihara rumah, diri dan harta suaminya. Hukum asal seorang wanita adalah Ummu wa rabbatul baiti. Rasulullah Saw pernah bersabda: “…al Mar’atu raiyyatun alaa baiti ba’liha wa waladihi wa huwa mas’ ulatun an raiyyatiha.” HR Muslim

Membantu suaminya dalam urusan akhirat. Rasulullah Saw bersabda: Hendaknya salah seorang diantara kalian mempunyai kalbu yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri yang beriman yang dapat membantumu dalam urusan akhirat. HR Ibnu Majah.

Meliki bekal agama yang baik. Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena kecantikannya itu akan menjadikannya berlebihan. Jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya, karena hartanya itu akan membuatnya membangkang. Nikahilah wanita atas dasar agamnya. Sesungguhnya seorang hamba sahaya permpuan yang hitam legam yang memiliki kebaikan agama adalah lebih utama.” HR Ibnu Majah

Mempergauli suami dengan baik dan memelihara keridhaannya. Ini terkait dengan pertanyaan seorang shahabiyah yang menjadi utusan para wanita untuk bertanya kepada Rasulullah Saw. Ia bernama Asma bin ti Yazid al asyhaliyah. Asma menanyakan apakah mungkin seorang perempuan melakukan amal-amal rumah tangga dan tidak seperti laki-laki yang berihad fii sabilillah dan sholat berjamaah serta berjaga di perbatasan, sementara perempuan melahirkan, mengasuh anak, melayani suami amal-amalnya bisa seperti kaum laki-laki dalam keutamaan pahalanya. Rasulullah takjub dan memuji pertanyaan tersebut dan menyampaikan kepada para shahabat dalam forum, adalah yang lebih baik dari pertanyaan perempuan ini dalam hal agamanya? Para shahabat pun memuji. Kemudian Rasulullah menyampaikan kepada Asma: Pergilah kepada wanita mana saja, dan beritahukan mereka yang ada di belakangmu bahwa kebaikan salah seorang diantara kalian para wnaita dalam memperlakukan suaminya dan mengikuti keridhoannya adalah mengalahkan semua itu.” HR al Baihaq. Mendengar perkataan Rasulullah Saw, Asma segera pergi dengan gembira dan menyampaikan berita gembira itu kepada para wanita.

Ustadzah, hal-hal yang disampaikan Islam tentang profil wanita sholihah, kalau dalam pandangan perempuan moderat, mereka bilang mendiskreditkan wanita. Bagaimana agar para muslimah bisa percaya diri dalam masalah ini?

Ketika ada tuntunan Allah menuju surga, kemudian tuntunan itu dicela. Kita akan bisa menyadari siapa yang mencela. Allah SWT berfirman. Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa tattabi’uu khutuwatissyaithaan innahu lakum aduwwummubiin…: QS An Nur 2. Jadi bila telah al Qur’an dan al hadits menyampaikan profil ini dan dalam memahami kalimatnya pun tidak akan memberi peluang penafsiran lain, karena penunjukan lafazhnya sudah jelas, maka bagaimana bisa seorang muslim mencela. Memang musuh-musuh Islam berusaha merusak pemikiran kaum muslimin agar meninggalkan al Qur’an. Di sinilah umat Islam harus waspada dan memelihara kemurnian agamanya. Celaan terhadap profil ini berasal dari orang-orang kafir Barat. Karena mereka tidak percaya kepada Allah SWT. Mereka juga tidak percaya pada surga dan neraka yang dijanjikan Allah SWT. Terhadap orang-orang kafir Allah telah menetapkan bahwa tidak ada tempat bagi mereka di surga. Untuk itu mengapa muslimah harus mengikuti pola berfikir orang-orang kafir yang tidak peduli halal-haram, surga dan neraka. Ketika sebagai muslimah kita sudah tahu bagaimana tuntunan al Qur’an dan Hadits terhadap seorang muslimah agar menjadi sholihah. Ini berarti Allah SWT telah mengaruniakan petunjuk atau hidayah kepada kita. Maka kita wajib bersyukur dan mendapatkan kehormatan serta kemuliaan karena telah dikaruniai petunjuk jalan ke surga.

Ustadzah, alhamdulillah bagi kita yang telah tahu bisa mendapatkan pencerahan dan akhirnya merasa mendapat kehormatan dan kemuliaan untuk menjalani hidup yang diridhoi oleh Allah SWT. Bagaimana dengan saudara-saudara muslimah yang lain yang masih terus dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran moderat. Karena mereka mungkin adalah korban dari media massa yang banyak menyuarakan profil wanita yang justru bertentangan dengan Islam?

Bentuk rasa syukur ini bisa diwujudkan dengan kita berusaha memberitahukan kepada saudara-saudara muslimah kita yang lain. Ketika para muslim dan muslimah yang belajar di pesantren, memahami kitab-kitab ulama salaf yang mash murni secara baik, justru terbebani kewajiban untuk berdakwah kepada yang lain. Orang yang paling tahu, wajib menyampaikan kepada yang tidak tahu. Di sinilah Islam memberikan pujian kepada setiap muslim yang berusaha menyampaikan kebenaran kepada orang lain. Islam menetapkan bahwa aktivitas mengajak kepada Islam, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar adalah aktivitas yang baik. Bahkan merupakan aktivitas yang memiliki derajat tinggi dan pahala yang sangat besar. Karena aktivitas dakwah mengajak kepada risalah Allah adalah aktivitas yang dilakukan oleh kalangan nabi dan Rasul. Inilah yang juga harus membuat kita bersyukur ketika bisa menyamoaikan kebaikan kepada orang lain berarti kita telah mendapat kehormatan untuk bisa beraktivitas seperti aktivitasnya para nabi dan rasul.[MediaIslamNet.Com]

..**Demi Allah, Tahanlah Lisan Jahatmu Atas Suamimu!**..


Ketika diri dihadapkan pada suatu masalah, maka tak jarang gelapnya hati dan buntunya logika menuntun kita pada sebuah sikap yang justru lebih memperunyam suasana. Tak jarang pula, entah tanpa sadar atau tidak, kita mengeluarkan kata- kata makian dan penuh dengan nada- hujatan serta merendahkan. Dan sangat disayangkan, ketika obyek alias sasaran yang kita harapkan untuk menerima kerendahan itu ternyata adalah suami kita sendiri.

Wahai wanita...
Lalu apakah yang kau peroleh setelah menghujat? Apakah yang kau peroleh setelah kalimat "margasatwa" itu telah habis- habisan kau paksaan bagi suamimu untuk mendengar? Legakah batinmu atas keadaan itu?

Masyaallah, lihatlah  ternyata kau sama sekali tidak terlihat lebih indah. Demi Allah, memanglah sangat sakit mungkin, sakit yang kau rasakan saat kau penuh amarah. Namun semua kata- kata kotor yang kau lontarkan itu, ternyata tidak akan pernah sama sekali memuliakanmu di hadapan Allah, dan atau memberi celah untukmu mendapatkan jalan keluar atas masalahmu itu.

Maka bersabarlah....

Bersabar itu bukan berarti kau tak boleh sama sekali marah. Bersabar itu berarti kau tetaplah boleh marah, tetapi tidak menggunakan rasa marah yang kau rasakan itu, untuk merendahkan diri suamimu dan melukai hati beliau, sehingga beliau terasa sangat terendahkan dan sedih, sedang dirimu sendiri telah berhasil mengikhlaskan diri untuk tidak menjadi mulia. 

Maka ingatlah para wanita, suamimu adalah tetap dan akan selamanya menjadi ladang ibadah bagimu untuk meraih surga. Beliau adalah penyelamat kehormatanmu, penjaga batinmu, dan karenanya kau juga tak mendapat julukan perawan tua ataupun janda yang dipandang sebelah mata oleh manusia. Kau memang sangat dan teramat bebas mengekspresikan kemarahan dan kata- kata jahatmu kepada suamimu, saat kau marah. Namun yakinlah bahwa kau tak akan pernah bebas dari efek samping yang akan kau terima di kemudian hari, atas semua yang telah kau lakukan itu. 

Ketika kau marah dan protes atas sebuah keadaan, maka ingatlah bahwa keadaan yang sedang tersedia di hadapanmu itu, sesungguhnya sedang menantangmu untuk menunjukkan jati diri terbaikmu. Maka jangan kau sia- siakan kehadirannya, dengan justru menghadirkan serendah- rendahnya kualitas diri lewat lidahmu yang jahat. 

Dan ketahuilah wahai wanita, lisanmu itu adalah nikmat dari Allah, namun bisa menjadi bencana terbesar bagi hidupmu jika kau telah lepas kendali. Maka kendalikanlah dia, dan jangan serahkan kekuasaan itu kepada selera dan keadaan perasaanmu saja yang setiap saat bisa berubah dan berbeda. Apakah kau tahu, banyak para suami dan mungkin termasuk suamimu, yang sebenarnya menginginkan untuk selalu berlaku mesra dan menjadikan istrinya "pos" terakhir dari petualangan hidupnya. Namun... istrinya kasar, pemarah, perendah bagi suaminya sendiri, tidak menghormati mereka.

Wahai wanita, kau adalah pemilih dari keadaan yang selanjutnya kau hadapi dan kau rasakan sendiri. Sekuat- kuatnya seorang laki- laki, maka pun akan patah juga pertahanan mereka saat telah tidak terasa lagi sebuah penghormatan dan perlakuan baik atas diri dan harga dirinya.