Tuesday, 27 April 2010

Penyakit Hati



Keengganan untuk terikat pada hukum2 yang telah diterapkan Rosululloh saw terutama dalam hal syariat sebagai inti pelaksanaan Islam akan berakibat semakin banyak penyakit yang bermunculan. Atau apapun yang intinya adalah untuk mengikat manusia agar senantiasa patuh menepati kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan RosulNYA. Dalam hal ini saya tidak akan membatasi baik itu figh ataupun syariat ataupun istilah dan struktur yang lebih benar, dalam artian apakah figh itu bagian dari syariat atau sebaliknya yang pada intinya adalah pengikat baik dari wilayah terkecil (pribadi) sampai pada suatu bangsa bahkan dunia.

Untuk lebih memfokuskan bahasan terlebih dahulu dipahami konteksnya yaitu penyakit yang dimaksudkan disini. Sebagai pengukur mudah adalah dapat diamati dari gejala2 psikis, akan ketidak puasan dan mengarah pada pemenuhan/pemuasan hawa nafsu yang tidak pernah berujung bahkan menuntun seseorang untuk terus memenuhinya/memperturutkan/menuhankan sampai tidak lagi sadar ia telah diselimuti maksiat. Jika nafsu sudah menyelimutinya maka arahan apapun tidak mampu menyadarkannya kecuali pada kondisi tertentu dimana ia mengalami benturan atau suatu kejadian dahysat yang mampu menyadarkannya, namun demikian tidak semuanya juga berujung pada kesadaran walau sampai ajal menjemput. Naudzubillah.

Sebagai panduan awal cobalah berpetualang melihat pemikiran-pemikiran yang berkembang dan facebook cukup untuk dijadikan sarana untuk mencermatinya, dan perubahan drastis yang ada dalam masyarakat bisa kita amati melalui berita. Akankah kita tutup mata dengan realita yang ada? Minimal bisa menjadi ajang penyadaran jika kita memang peduli, jika kita punya pengetahuan untuk menyuarakan dengan menyeru kepada kebaikan kenapa tidak? Tentunya suatu kedholiman jika tidak mempedulikannya dan bagaimanapun juga... jika kita mampu memberi gambarakan tentang kondisi yang akan datang dimana pengaruh sosial begitu kuat untuk membentuk persepsi, kemudian persepsi akan menentukan seseorang dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Nah untuk seterusnya silahkan direntetkan... mungkin awalnya hanya penyakit hati namun selanjutnya sangat menentukan.

Sudah jadi warisan penjajah bahwa Islam diberi ruang yang teramat sempit, namun sayangnya ketika ada tindakan anarki selalu dikait-kaitkan dengan agama, begitu juga ketika agama tidak mampu mengikat penganutnya. Namun jika kita cukup arif mendengarkan persepsi yang berkembang sekarang ambilah sebagai penggugah, dengan asumsi 'apakah benar apa yang mereka tuduhkan?' jika tidak kenapa kita diam saja? Bagaimana jika mereka yang tidak tahu lebih vokal/lantang dibanding yang paham?

Jika kita cukup diam saja tidak berupaya apa-apa alasan apa yang mampu mencegah adzabNYA? Dengan alasan apa kita mempertanggung jawabkan keIslaman kita? Mari kita kenali realita dengan penuh kesadaran, memang terasalah berat walaupun untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sudah cukup memusingkan. Namun cobalah tembus segala keraguan tersebut karena semuanya adalah penguji dan pada dasarnya ketakutan2 dalam menjalankan perintahNYA secara kaffah hanyalah ketakutan yang tidak mendasar.

Pada ayat dibawah ini patutlah kita renungkan, bukan sekedar memahami teksnya saja namun lebih kepada objek yang ditunjukkannya. Yang mana turunya suatu ayat berkenaan dengan suatu kejadian yang artinya bersentuhan langsung dengan realita. Dan apabila kita sering merenungkannya dijadikan komunikasi diri niscaya dapat mengenali objek yang ditunjukannya.

Mungkin sebagian ada yang menganggap saya suka mengartikan Al-Qur'an seenaknya, kalaupun 'ya' saya disini sebatas usaha untuk mengingatkan dan sangat membuka diri untuk diingatkan juga apabila pemahaman saya salah. Hanya saja saya pribadi akan lebih menekankan untuk memahami objek/persoalan yg ditunjukanya; sebagai pedoman orang yang mengimaninya.

Dalam beberapa perkara saya melihat banyak orang yang larut dengan persepsinya dan setelah dipahami dan dikoreksi katanya dapat sumber 'dari anu', namun setelah dicek apakah anda yakin bahwa yang ditunjuk sepenulis seperti yg anda pahami? Dia tidak mampu menjawab.

Bagaiamana dengan orang yang selalu mempelajari Al-Qur'an namun kenyataanya mencari kesalahan2an atau tidak menghiraukannya? Apakah ia bisa mendapatkan petunjuk darinya? Bagaimana dengan orang yang selalu memaksakan diri untuk memahami namun tidak menyadari ada faktor penentu yang akan membukakan pemahamannya yaitu pemeliharanya? Dan selebihnya kembali kepada ralitas apakah kita dapat mengenali objek yang ditunjukinya? Dan selebihnya pertanyakanlah seberapa kemauan dan kepedulian diri kita untuk mengatasi berbagai persoalan. Jika saya seolah terlalu memaksa untuk berjuang di jalan ini (agama Islam) karena penyelurusan saya sudah sampai bahwa dari sinilah semua akar permasalahan yang ada, yaitu enggan terikat (lalim).

Silahkan buat yang punya Al-Qur'an untuk mencari tahu seputar 'penyakit hati' dan pahami betul rentetannya.

Al-Hajj :

22:51. Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman); mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.

22:52. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

22:53. agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang lalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

22:54. dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur'an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

22:55. Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al Qur'an, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat.

Empat Wanita Dalam Surga dan Empat Wanita Dalam Neraka Pesan Baru



A. 4 Wanita Dalam Surga :
1. Wanita yang menjaga diri dari berbuat haram, berbakti pada Allah swt, Rasul dan suaminya.
2. Wanita yang menerima dengan senang hati keadaan serba kekurangan dengan suaminya dan banyak keturunannya serta penyabar.
3. Wanita yang bersifat pemalu dan bila suaminya pergi ia menjaga diri dan harta suaminya dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perbuatan yang tidak layak.
4. Wanita yang ditinggal mati suaminya dan mempunyai anak masih kecil lalu menahan dirinya untuk kawin lagi karena ingin mengurus anak-anak dan mendidik serta memperlakukannya dengan baik, dan bersedia kawin lagi karena khawatir anaknya akan sia-sia / terlantar.

B. Wanita Dalam Neraka ( kecuali telah bertobat) :
1. Wanita yang mulutnya jelek pada suaminya dan jika suaminya pergi ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya datang ia memaki / memarahinya.
2. Wanita yang memaksa suaminya membeli apa yang suaminya tidak mampu.
3. Wanita yang tidak menutupi dirinya dari laki-laki lain dan keluar rumah dengan menampakkan perhiasan dan kecantikannya untuk menarik perhatian laki-laki lain.
4. Wanita yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur serta tidak berbakti pada Allah swt dan suaminya.

C. 10 MACAM SIKSAAN WANITA DI NERAKA
1. Wanita yang digantung rambutnya dan otaknya mendidih karena tidak menutup rambutnya.
2. Wanita yang digantung lidahnya, dan tangannya dikeluarkan dari punggungnya sedang cairan aspal panas dituangkan pada tenggorokannya, karena menyakiti hati suaminya dengan lidahnya / kata-katanya.
3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya karena menyusui anak orang lain tanpa izin suaminya.
4. Wanita yang diikat dengan tangannya karena keluar rumah tanpa izin suami dan tidak mandi wajib dari haid dan nifas.
5. Wanita yang diikat dengan kaki dan tangannya sampai ke ubun-ubun, dibelit dan disengati ular dan kalajengking karena dia mampu untuk mengerjakan shalat dan puasa tapi tidak mengerjakannya dan tidak mau wudhu dan mandi wajib.
6. Wanita yang memakan badannya sendiri karena bersolek untuk dilihat laki-laki lain dan suka membicarakan aib orang lain.
7. Wanita yang menggunting-gunting badannya karena suka memanjakan diri ( ingin terkenal ) dan mempertontonkan perhiasannya di depan orang banyak sehingga tertarik padanya.
8. Wanita berkepala babi dan badannya seperti keledai karena dia suka berdusta dan mengadu domba.
9. Wanita berbentuk seperti anjing dan api dimasukkan dari mulut hingga keluar dari duburnya dan malaikat memukul-mukul kepalanya karena dia ahli fitnah dan suka marah-marah pada suaminya.
10. Wanita diikat kedua kakinya sampai ke payudara dan kedua tangannya sampai ke ubun-ubun dan disengati ular dan kalajengking karena ia telah mempersilahkan laki-laki lain untuk berzina dengannya.

D. Perhiasan :
“ Wanita mana saja yang memakai kalung untuk dipamerkan kepada orang lain, maka di hari kiamat ia akan dikalungi api neraka sebesar kalung itu dan bila memakai anting-anting untuk dipamerkan maka telinganya akan digantungi api neraka sebesar anting-anting itu “. ( Nasai )

E. Parfum :
• “ Jika seorang wanita memakai minyak wangi selain untuk suaminya, maka sesungguhnya itu adalah api neraka dan suatu aib yang buruk.” (Thabrani ).
• “ Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian dan melewati kumpulan orang-orang sehingga mereka mencium bau harumnya, maka ia adalah pezina “.( Nasa`I , Ahmad, Hakim )
• Ibnu Abbas ra. Berkata, Nabi saw bersabda :
“ Seorang perempuan, apabila keluar dari pintu rumahnya dengan berhias dan memakai wangi-wangian, sedang suaminya ridha padanya (dengan hal itu), maka dibangunkan untuk suaminya itu sebuah rumah di neraka sebanyak langkah yang dilangkahkannya ( istrinya ).

Mata oh Mata, Kenapa Engkau Liar?


Babak 1

Sop: Kau tahu tak, Zetty tu dulu free hair.. Tiba-tiba je datang kesedaran nak pakai tudung.
Meon: Ye ke??!! macam tak percaya je..
Sop: Ha ah.. ok gak la.. dalam majalah sekolah ada lagi gambar dia.. kau nak tengok?

Babak 2

Pada suatu hari Sop dan Meon sedang berjalan-jalan di kotaraya London. Tiba-tiba mereka terlihat kelibat seorang wanita bertudung labuh ala-ala KCB. 

Sop: eh, ada gadis mcam dalam KCB la...
Meon: Mana? Mana? Mana?
Sop: tuuu...tengah jalan ramai2 depan Madame Tusod..
Meon: ooooooo..... macam kenal, yang pakai tudung kaler merah jambu tu ke?

Babak 3

Sop dan Meon menyambung kembara cuti Easter mereka di bandaraya Dublin. Cuaca semakin panas.

Sop: astaghfirullahal azim, singkatnya skirt minah saleh tu...tak solehah langsung...! !
Meon: eh ye ke? yang mana satu?  Yang skirt oren tu ke?
Sop: tak, yang kaler biru , blouse biru muda tu..
Meon: Ha ah la..betul lah cakap kau...


Ada apa dengan mata?

Untuk jadi hebat, kita perlu menutup dan menundukkan pandangan. Ini bukanlah bermaksud semuanya kena pejamkan mata 24 jam (penat juga tu), atau membina dinding dan tembok batu sepanjang masa atau semasa kuliah-kuliah agama sahaja, tetapi menjaga dan memelihara kedua mata kita daripada MENJADI LIAR.

Apabila datangnya peluang terbentang di hadapan kita, samada semasa sedang berseorangan, atau sedang berdua bersama rakan karib, atau bersama masyarakat umum, kita mestilah bertindak SEGERA dan PINTAR untuk tidak mengamati kecantikan wanita yang terbentang dan segeralah mengalihkan pandangan daripadanya sambil bersyukur dan beristighfar.

''Alhamdulillah, Allah jaga mata dan hati aku. Ya Allah, ampunlah dosa aku, moga Allah beri yang lebih baik''

Allah berfirman;

"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar." - [67:12] 

Kalau dahulu dia tidak bertudung, atau kurang menutup aurat, perlukah kita menatap gamabr gambar 'lama' itu lagi? Fear Allah brothers... malulah sebab mereka itu sudah diberikan hidayahnya.. Kita bila lagi?

Kalau ternampak kelibat wanita yang berjilbab dan menutup aurat samada di majlis ilmu atau di jalanan, malulah dan pandanglah tempat lain. Itu bukan HAQ mu.. Allah boleh ganti dengan yang lebih baik.

Kalau diberikan peluang melihat aurat wanita, takut dan malulah, kerana itu akan merendahkan darjat matamu dan merosakkan amal, sekaligus hati menjadi lali dan tidak tenteram.

End of part one for Brothers.. please try this at home

Perasaan Marah Dan Jantung Kita

APAKAH reaksi anda jika pemandu di depan mengambil masa lama untuk menggerakkan kenderaan apabila lampu isyarat bertukar ke hijau? Apa pula perasaan anda apabila selepas lama beratur, tiba-tiba seseorang memintas barisan dan berdiri betul-betul di depan anda? Adakah anda menjadi marah atau boleh mengawal perasaan?


Kemarahan ialah satu ekspresi perasaan yang ekstrem mengenai sesuatu yang anda tidak suka. Mempunyai perasaan marah bukan perkara buruk kerana ia menunjukkan kita manusia normal.
Malah, ada pakar berpendapat kemarahan pada peringkat rendah atau sederhana tidak menjadi masalah kerana dalam keadaan tertentu ia boleh memberi kesan positif kepada kita.
Contohnya apabila kita dapat memberitahu seseorang bahawa kita marah kepadanya secara tidak langsung boleh menenangkan fikiran kita.
Bagaimanapun, perasaan sangat marah boleh memberi kesan negatif terhadap kesihatan seseorang. Baik pada lelaki atau wanita, kemarahan boleh meninggalkan kesan yang jauh lebih mendalam berbanding kesan terhadap hubungan sesama insan.
Kemarahan sebenarnya boleh membawa kepada penyakit kardiovaskular, iaitu pembunuh nombor satu di Malaysia dan seluruh dunia.
Kemarahan ada kaitan rapat dengan penyakit jantung koronari. Menurut satu kajian yang diterbitkan baru-baru ini di dalam Jurnal Kolej Kardiologi Amerika, kemarahan meningkatkan kebarangkalian mendapat sindrom koronari akut seperti serangan jantung sebanyak 19 peratus jika seseorang itu tidak pernah ada penyakit jantung, dan sebanyak 24 peratus jika pernah mengalami penyakit jantung.
Kemarahan itu sendiri bukan faktor tunggal kepada risiko sakit jantung. Ada pakar berpendapat, perasaan negatif yang lahir akibat kemarahan itu juga memberi sumbangan yang menyebabkan seseorang berasa resah dan tertekan.
Dua perasaan ini biasanya datang bersama kemarahan yang mungkin berlanjutan kepada emosi negatif lain.

Bagaimanakah kemarahan boleh menyebabkan penyakit jantung koronari?
Saintis mengatakan, kemarahan mungkin ada kesan langsung ke atas jantung dan salur darah (arteri). Emosi negatif seperti marah cepat meningkatkan tindak balas badan apabila menerima tekanan. Jika rangsangan sentiasa diberi, kesan ke atas jantung dan salur darah berlarutan.
Apabila dalam keadaan tertekan, badan menghasilkan hormon tekanan. Dalam keadaan biasa, hormon ini diperlukan untuk menolong kita dalam jangka masa pendek jika menghadapi krisis. Bagaimanapun, jika kita kerap marah, paras hormon tekanan ini meningkat.
Hormon tekanan yang berlebihan mempercepatkan proses aterosklerosis iaitu pengumpulan plak lemak pada dinding salur darah yang akhirnya membuatkan salur darah tersumbat; yang seterusnya boleh mengakibatkan penyakit jantung koronari dan serangan jantung.



Selain kesan biologi, kesan ke atas gaya hidup juga penting. Mereka yang mudah marah mungkin tidak dapat menjaga diri dengan baik.
Mereka lebih berkemungkinan untuk merokok, mempunyai pemakanan tidak baik dan seimbang, jarang melakukan senaman dan meminum alkohol berlebihan.
Semua ini juga faktor yang boleh membuat seseorang itu lebih berisiko mendapat penyakit jantung koronari.
Cara mengatasi kemarahan
Ada banyak cara mudah untuk mengatasi kemarahan. Antaranya ialah dengan:
1) Menarik nafas panjang dan kira dari satu hingga 10
2) Membayangkan tempat aman untuk menenangkan minda
3) Beredar dari situasi atau persekitaran yang membuatkan anda marah (secara fizikal dan emosi)
4) Mendengar ayat-ayat Quran
5) Mengisi masa dengan hobi
6) Jangan meletakkan harapan dalam setiap situasi
7) Meditasi
8) Meningkatkan tahap spiritual melalui sembahyang, doa dan zikir
عَنْ أَبيِ هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - : أَوْصِنيِ . قَالَ : « لاَ تَغْضَبْ » فَرَدَّدَ مِرَارًا , قَالَ : « لاَ تَغْضَبْ » رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ .
Maksudnya : Daripada Abi Hurairah R.A, sesungguhnya seorang lelaki telah berkata kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam : Berilah pesanan padaku, lalu bersabda baginda,: " Janganlah kamu marah", maka diulangnya berkali-kali "Janganlah kamu marah". Riwayat Albukhary.

Paling penting, anda harus menerima hakikat bahawa kehidupan ini tidak selalunya adil atau sempurna, dan anda harus mengambil tindakan wajar di dalam setiap keadaan. Ingat, setiap kali anda melakukan tindakan positif, anda sebenarnya menjaga jantung anda.

Sumber artikel asal : hmetro.com.my

Mengutamakan Perkara Lebih Utama

Dalam hal ini, ulama tersohor Dr. Yusuf al-Qaradawi memberikan takrif Fiqh Awlawiyat sebagai "menetapkan sesuatu pada martabatnya, tidak mengkemudiankan apa yang perlu didahulukan atau mendahulukan apa yang berhak dikemudiankan, tidak mengecilkan perkara yang besar atau membesarkan perkara yang kecil."

Firman Allah S.WT. di dalam surah Al-Taubah ayat 19 mafhumnya: Adakah kamu sifatkan hanya perbuatan memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan Haji, dan (hanya perbuatan) memakmurkan Masjid Al-Haram itu sama seperti orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat serta berjihad pada jalan Allah? Mereka (yang bersifat demikian) tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan hidayah petunjuk kepada kaum yang zalim.

Ketika ini umat Islam telah hilang punca asas pertimbangan dalam menilai keutamaan daripada sekecil-kecil perkara hingga sebesar-besarnya. Kehilangan punca bukan sahaja meliputi masyarakat umum, bahkan para cendiakawan dan cerdik pandai serta para pemimpin sendiri pun adakalanya menghadapi permasalahan dalam menentukan keutamaan sesuatu perkara.

Bagi para remaja contohnya lebih menekankan hal-hal berkaitan dengan sukan dan hiburan sebagai matlamat hidup mereka daripada mendahulukan diri dengan mengejar ilmu pengetahuan. Yang sepatutnya disanjung bukan lagi golongan ilmuwan atau intelek. Tetapi ahli sukan dan artis-artis diangkat dan dicontohi sebagai idola. Hari ini hiburan diutamakan daripada pendidikan. Lebih banyak majalah hiburan berbanding majalah yang mendidik masyarakat di pasaran. Begitu dengan program televisyen didominasi oleh rancangan hiburan yang menjadi sajian dan "makanan harian" yang dipertonton dan diprogramkan kepada masyarakat. Jika ada rancangan yang mendidik masyarakat ia tidak disiarkan pada waktu perdana, tetapi larut malam mahupun awal pagi. Islam tidak melarang hiburan, namun keutamaan hiburan tidak boleh dilebihkan daripada pendidikan sehingga masyarakat lalai dengan hiburan. Fenomena tersebut jelas membuktikan kejahilan masyarakat terhadap dimensi prioriti yang sedia ada dalam Islam. 

Dalam amalan ibadat pula masyarakat kita masih sibuk membahaskan aspek khilafiah yang tidak akan berkesudahan. Dalam rancangan soal-jawab di radio yang dihadiri oleh saya, soalan-soalannya masih berkisar tentang masalah meninggalkan qunut, bidaah mengadakan tahlil, talqin yang merupakan masalah furu' dan khilafiah. Sedangkan kita berdepan dengan masalah riba yang terang-terang haram dalam kewangan dan insurans kita. Termasuk juga masalah perpecahan umat yang pada pengamatan saya perlu kepada usaha yang gigih terutamanya para umara dan ulama bagi menyatupadukan masyarakat Islam terutamanya umat Melayu. 
Bijak pandai

Di kalangan bijak pandai tidak kurang juga berhadapan dengan kecelaruan pemikiran dalam memahami keutamaan sesuatu perkara. Bila saya menekuni isu-isu mutakhir ini termasuk kelulusan Kabinet terhadap penubuhan jawatankuasa antara agama, saya mengharapkan agar para ulama bersama-sama menyumbang idea dan pemikiran membantah penubuhan jawatankuasa tersebut. Akan tetapi pada masa yang sama kita disibukkan dengan boleh atau tidak meminum atau menyapu air ludah ustaz yang tidak pasti sama ada ia berlaku atau tidak. Secara prinsipnya, saya tidak menghalang aduan tersebut, namun ketika masyarakat Islam menghadapi tuntutan yang pelbagai yang dikhuatiri merendahkan martabat Islam, kita disibukkan dengan isu-isu yang bukannya tidak penting, akan tetapi ada lagi perkara yang lebih penting dari itu.

Begitu juga kita masih tertinggal di belakang terutama dalam menguasai segala jenis ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Akhirnya disebabkan kejahilan kita dan kelemahan para ulama dan umara, maka Islam terus menerus lemah dan ketinggalan sehinggakan ruang yang diberikan Allah Taala dalam bidang fiqh seperti ijtihad dan hukum, terus beku serta hilangnya kedinamikan syariat Islam yang sebenarnya boleh melumpuhkan penyebaran Islam itu sendiri, seperti yang berlaku pada dunia Islam hari ini.

Dilihat dalam soal beribadah, masyarakat lebih menumpukan kepada ibadat sunat dari ibadat fardu. Manakala jka dilihat dari sudut berhubung dengan nilai-nilai kemasyarakatan pula, aspek fiqh keutamaan ini tidak mendapat tempat di hati masyarakat. Masyarakat kita lebih mementingkan ibadat fardu yang bersifat nafsi-nafsi semata-mata lantas meminggirkan konsep ibadat yang lebih global di luar ruang lingkup diri. Ibadat fardu yang berasaskan prinsip jemaah seperti hak-hak jiran, kemanusiaan dan kenegaraan yang masih terabai. Kumpulan diutamakan dari ummah, furu' diutamakan dari usul. 

Melakukan perbandingan kepelbagaian konsep Masalih atau Manafi' di mana hakikat Masalih itu ada tingkatannya tersendiri yang meliputi konsep daruriyyat, hajiat dan tahsiniyyat. Melakukan perbandingan kepelbagaian konsep Mafasid atau Darar di mana hakikat Mafasid itu juga menyentuh tingkatannya yang meliputi konsep daruriyyat, hajiat dan tahsiniyyat. Melakukan perbandingan antara kepelbagaian Masalih dan Mafasid di mana keputusan yang diambil mengikut kadar yang lebih banyak dan majoriti kerana kadar majoriti boleh menentukan hukum bagi keseluruhan bahagian.

Justru itu, suatu yang kurang penting tidak wajib dipentingkan. Apa yang wajar didahulukan hendaklah diketengahkan, suatu yang wajar dikemudiankan hendaklah dikemudiankan, perkara yang kecil tidak patut dibesar-besarkan, sementara perkara yang penting tidak wajar dipermudah-mudahkan. Dengan lain perkataan tiap-tiap suatu hendaklah diletakkan pada tempatnya secara berimbangan. Allah SWT. berfirman yang bermaksud: Dan Allah telah meninggikan langit dan meletakkan neraca keadilan, supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu, dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (Surah al-Rahman: 7-9)