Wednesday, 9 June 2010

Keanehan yang terjadi saat perang di GAZA..(ALLAHU AKBAR.!!)

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***


Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.


SuaraTak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya

Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***

Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

Selamat dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).


Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).***

Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net (2/2/ 2009).

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka,” ungkapnya.

KENIKMATAN YANG DIBERIKAN ALLAH SWT KEPADA KITA…,,,,mengapa justru manusia cenderung melupakan allah !?

Coba bayangkan, peristiwa bersejarah terjadi sekitar sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Apakah ia dapat dilupakan begitu saja? Tentu saja tidak, peristiwa itu akan terus jadi omongan dan bisa jadi semua orang akan mengetahuinya.

Kenapa ini bisa terjadi? Mengapa manusia selalu saja mengulangi kesalahan serupa? Mengapa setelah Allah subhanahu wa ta’ala tunjukkan salah satu kekuasaan-Nya, manusia kembali kafir dan musyrik? Mengapa muncul manusia-manusia yang jauh dari Allah? Mengapa ada orangtua yang melarang anaknya memakai jilbab? Mangapa!?

Apakah Allah tidak memberi kita rezeki dan nikmat? Apakah nikmat itu sedikit sehingga kita melupakan-Nya? Benarkah sedikit? Coba lihat dan perhatikan nikmat yang ada di tubuh, agar kita tahu betapa banyaknya nikmat yang telah diberikan-Nya.

“Adapun nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah (datangnya)…” (QS. An-Nahl {16}:53).

Kita tidak akan pernah mampu menghitung nikmat-Nya, karena Allah melimpahkan pada kita nikmat yang
tidak terhitung banyaknya. Aapakah dengan kemampuan yang terbatas ini, kita yakin mampu hidup tanpa bantuan-Nya?

“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” (QS. Fathir {35}:15-17)

Ya memang benar bahwa kita fakir di hadapan Allah. Walaupun berharta atau berkuasa, kita tetap membutuhkan-Nya. Benarkah kita mampu melakukannya sendirian tanpa bantuan Allah? Kalau tidak, mengapa kita sering melupakan-Nya?

Wahai saudara-saudariku yang semoga dirahmati oleh Allah swt., tahukah engkau di mana Allah berada?

Suatu hari ada seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Rasulullah, jauhkah Allah sehingga kita harus berteriak
memanggil-Nya, atau Dia dekat sehingga kita bisa berbisik kepada-Nya? Rasulullah saw menjawab dengan firman-Nya:
“Apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku itu dekat…” (QS.Al-Baqarah {2}:186),

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan
Kami lebih dekat daripada urat lehernya.” (QS. Qaff {50}:16).

Subhanallah, Allah sangat dekat dengan kita. Lantas, mengapa kita bisa sering melupakan-Nya? Salah satu sifat Allah adalah al-Wadud (Mahapenyayang). Karena itu Dia selalu berusaha memperlihatkan cinta dan kasih sayang-Nya kepada para hamba-Nya.

Lalu mengapa begitu banyak orang yang melupakan Allah? Apakah mereka tidak melihat bukti-bukti keberadaan-Nya? Baiklah, semoga syair-syair berikut ini dapat menyadarkan mereka akan keberadaan-Nya, serta mensyukuri segala nikmat-Nya, insyaAllah…

Milik
Allah-lah kekuasaan yang ada di langit
agar sedikit petunjuk dapat
engkau peroleh

Bumi yang penuh dengan rahasia
jika mampu kau
kuak akan membuka kesadaranmu

Tanyakan pada tabib yang
menghalangi tangan kematian
tabib manakah yang dapat menghancurkanmu?

Tanyakan
pada si sakit yang telah sembuh dan sehat
jika para tabib menyerah,
siapa yang menyembuhkanmu?

Tanyakan pada yang sehat dan tiba-tiba
mati tanpa sebab
Siapakah yang menimpakan itu kepadamu?

Tanyakan
pada yang melihat dan takut pada lubang yang menghadang
jika kamu
terjerumus, siapakah yang menjerumuskanmu?

Tanyakan pada orang
buta yang berjalan dalam keramaian
dapat meniti arah tanpa menabrak,
siapakah yang menuntun langkahmu?

Tanyakan pada janin yang hidup
seorang diri
Siapakah yang merawatmu. Aku (Allah) ataukah ibumu?

Tanyakan
pada janin yang menangis saat terlahir
Siapakah yang menangiskanmu?

Tanyakan
pada ular yang menyemburkan bisa-nya
Siapakah yang mengisi bisa-mu?

Tanyakan
pada ular, bagaimana kamu hidup
padahal bisa (racun) memenuhi isi
perutmu?

Tanyakan pada lebah, bagaimana perutmu mampu meneteskan
madu
dan siapa yang memaniskan madumu?

Tanyakan pada air susu
yang murni
dari kotoran dan darah, siapa yang memurnikanmu?

Tanyakan
pada kehidupan yang pergi dari sang mayit.
Siapakah yang
menghidupkanmu?

Tanyakan pada tanaman yang mekar kemudian layu
berguguran
Siapakah yang membuangmu?

Tanyakan pada tumbuhan
sepi di gurun Sahara.
Siapakah yang merawatmu?

Tanyakan pada
bulan yang sinarnya bertaburan
Siapakah yang menaburkan sinarmu?

Tanyakan
pada sinar matahari, terlihat dekat padahal jauh
Siapakah yang
mendekatkanmu?

Tanyakan pada buah-buahan yang pahit
Siapakah
yang meramu bahanmu?

Tanyakan pada kurma yang terbelah kulitnya
Siapakah
yang mencabik kulitmu?

Tanyakan pada gunung menjulang ke langit
tinggi
Siapakah yang menegakkanmu?

Seluruh alam akan menjawab
Seandainya
ia mempesona matamu

Rabb-ku, bagimu segala puji
Tidak ada
selain-Mu

Wahai Yang Menciptakan penglihatan
Sedang
penglihatan tidak mengenal selain-Mu

Seandainya penglihatanku
tidak bisa melihat-Mu
Maka kumohon pertolongan-Mu

Wahai
manusia, hati-hatilah
Apa lagi yang bisa Allah perbuat untuk
menyadarkanmu?


Musuh-musuh dan Sahabat-sahabat Iblis

Syaikh Wahab bin Mambah dalam kitab Tambiihul Ghaafiliin meriwayatkan, bahwa pada suatu saat ALLAH SWT. telah memerintahkan Iblis untuk datang kepada Rasulullah Saw., dan agar Iblis menjawab setiap pertanyaan yang beliau ajukan kepadanya. Maka datanglah Iblis kepada Rasulullah dengan menyerupai seorang tua yang segar-bugar, di mana tangannya memegang sebuah tongkat.

Rasulullah Saw. bertanya: "Siapakah anda?" Iblis menjawab: "Saya Iblis." Rasulullah melanjutkan: "Mengapa engkau datang ke sini?" Iblis menjawab: "Sesungguhnya ALLAH SWT. telah memerintahkan aku untuk datang kepadamu, dan menjawab setiap pertanyaan yang akan engkau ajukan kepadaku." Rasulullah Saw. bertanya: "Baiklah. Wahai Iblis, ada berapakah musuh-musuhmu dari umatku?" Iblis menjawab: "Ya Muhammad, sesungguhnya musuh-musuhku dari umatmu ada lima belas. Mereka adalah.

Pertama, Engkau sendiri ya Muhammad.
Kedua, Imam (Pemimpin) yang adil. Dalam arti luas, adalah: seluruh lapisan pemerintahan (eksekutif), legislatif, dan yudikatif, atau aparat, dan seterusnya, baik dari yang tertinggi maupun yang terendah. Juga pemimpin dari arti yang terkecil, yaitu: kita sebagai pemimpin keluarga maupun sebagai pemimpin bagi diri kita sendiri (pribadi).
Ketiga, Orang kaya yang tawadhu' (rendah hati) . Orang yang kaya dalam arti luas adalah: kaya harta ataupun kaya ilmu.
Keempat, Pedagang (saudagar atau pengusaha) yang jujur.
Kelima, Orang yang berilmu (alim), yang melakukan shalat dengan khusyuk.
Keenam, Orang Mukmin yang suka memberi nasihat (segala ajakan kebaikan).
Ketujuh, Orang Mukmin yang memiliki rasa belas kasihan (terhadap sesama mahluk).
Kedelapan, Orang yang bertaubat dan tetap pada taubatnya. Tidak mengulagi kesalahannya. Karena Rasulullah Saw. bersabda: 'Hanya keledailah yang jatuh di lubang yang sama sebanyak dua kali.'
Kesembilan, Orang yang wara', yaitu orang yang senantiasa menjauhkan dirinya dari segala sesuatu yang tidak jelas halal dan haramnya (subhat), apalagi terhadap yang haram.
Kesepuluh, Orang Mukmin yang senantiasa dalam keadaan bersuci (thaharah). Demi menjaga keberrsihan lahir dan batin. Dalam riwayat yang terkenal, dikisahkan bagaimana Rasulullah Saw. sudah mendengar suara terompah (sandal) Bilal bin Rabah, sang muadzin di surga. Dan saat Rasulullah bertanya kepada Bilal apakah sesungguhnya amalannya? Maka Bilal menjawab: 'Ya Rasulullah, sesungguhnya aku senantiasa dalam keadaan bersuci.'
Kesebelas, Orang Mukmin yang gemar bersedekah.
Keduabelas, Orang Mukmin yang budi luhur.
Ketigabelas, Orang Mukmin yang bermanfaat bagi manusia (terhadap sesama mahluk).
Keempatbelas, Orang Mukmin yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.
Kelimabelas, Orang yang gemar shalat malam, sementara orang yang lain masih terlelap tidur."


Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya syetan mempunyai ajakan, dan malaikat juga mempunyai ajakan kepada anak Adam. Adapun ajakan syetan adalah: agar manusia mengulangi kejahatan dan mendustakan kebenaran. Adapun ajakan malaikat adalah: agar manusia mengulangi kebaikan dan membenarkan kebenaran. Maka barangsiapa yang mendapatkan ajakan yang kedua, ketahuilah, bahwa itu adalah dari ALLAH SWT. dan hendaklah ia memuji-Nya. Dan barangsiapa yang mendapatkan ajakan yang pertama, maka hendaklah ia berlindung kepada ALLAH SWT. dari godaan syetan yang terkutuk."

Kemudian Rasulullah Saw. bertanya lagi kepada Iblis: Wahai Iblis, ada berapakah sahabat-sahabatmu dari umatku?" Iblis menjawab: "Ya Muhammad, sesungguhnya sahabat-sahabatku dari umatmu ada sepuluh. Mereka adalah:

Pertama, Hakim yang khianat dan sewenang-wenang (tidak adil). Pada masa sekarang dapat diartikan seluruh aparat hukum, seperti: polisi, jaksa, hakim, pengacara, KPK, KY, MA, MK, dan seterusnya, baik di pusat maupun di daerah dalam segala lapisan.
Kedua, Orang kaya yang takabur atau sombong. Dengan kata lain; yang terburuk adalah orang miskin yang sombong.
Ketiga, Pedagang (saudagar atau pengusaha) yang tidak jujur.
Keempat, Peminum khamr. Dalam arti luas, yaitu: segala yang menyebabkan hilangnya akal; baik dengan cara dimakan, diminum, ditelan, dihirup, dihisap, disuntikkan, dan seterusnya. Misalnya: segala jenis minuman yang memabukkan, dan segala jenis narkoba; baik sedikit apalagi banyak.
Kelima, Orang yang suka fitnah, ghibah, dan pengadu domba.
Keenam, Orang yang riya'.
Ketujuh, Orang yang memakan harta anak yatim.
Kedelapan, Orang yang menganggap remeh (menganggap ringan/menggampangkan) urusan shalat.
Kesembilan, Orang yang enggan membayar zakat.
Kesepuluh, Orang yang terlalu panjang angan-angan (thuulul amal).



Mengatasi perangkap syetan




Imam Al-Ghazali mengajarkan kepada kita untuk dapat mengatasi segala macam perangkap syetan, yaitu dengan empat macam cara:

Pertama, Mengingat ALLAH (Dzikrullah), yaitu berzikir kepada ALLAH SWT.
Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya zikir kepada ALLAH dapat menyakiti syetan, seperti penyakit menyakiti lambung anak Adam."
Kedua, Menjauhi tempat-tempat maksiat atau tempat-tempat yang berpotensi atau cenderung membawa kita terjerumus ke dalam kemaksiatan.
Ketiga, Berpuasa.

Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya syetan mengalir dalam darah manusia, maka persempitlah jalannya dengan memperbanyak lapar (puasa).
Keempat, Selalu ingat, bahwa syetan senantiasa membawa kita ke jalan kemungkaran, sehingga kita waspada.


Semoga ALLAH SWT. senantiasa menjaga diri kita semua dari segala tipu daya dan perangkap Iblis.
Dan semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang mudah menerima kebenaran.
Amiin ALLAHumma Amiin...


ALLAH SWT. berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia ALLAH dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu sekalian yang suci (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi ALLAH mensucikan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS 24:21).

VS

MENCEGAH KEMUNGKARAN

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengenai kriteria orang-orang yang beriman, sebagai berikut:

“Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ali Imran {3}:114),

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran {3}:104),

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah {9}:71).


Al-Qur’an al-Karim menggambarkan umat yang beriman dan utama dengan perkataannya di dalam surah Ali Imran ayat 110, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah .”

Begitu juga ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim lainnya, yang darinya kita dapat memahami bahwa memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, adalah salah satu KEWAJIBAN muslimin dan merupakan wajah masyarakat Islam, dan bahwa meninggalkannya akan mendatangkan laknat dari Allah azza wajalla. Karena Allah ta’ala telah berfirman, “Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Maa’idah {5}:78-79).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak mampu maka hendaklah dia mengubahnya dengan lisannya. Dan jika tidak juga mampu maka hendaklah dia mengubahnya dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”

Saudara-saudariku yang dirahmati oleh Allah ta’ala…

Dapat kita saksikan bahwa hadits itu menyebutkan “kemampuan”.Dari sini kita mengetahui, bahwa seorang muslim dituntut untuk mencegah kemungkaran selama dia mampu melakukan pencegahan itu. Jika dia lemah dan tidak mampu melakukan pencegahan ini, maka dia tidak dihitung sebagai orang yang ikut serta dengan orang yang melakukan dosa tersebut. Karena Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-baqarah {2}:286).

Para ulama telah menetapkan syarat-syarat untuk mengingkari kemungkaran, di antaranya : (Mohon dibaca dan dipahami dengan tenang..)

1. Orang itu tahu bahwa ini adalah kemungkaran:
2. Dia memulainya dengan pengorbanan:
3. Kemudian berjalan di atas jalan yang lurus dalam melakukan pengingkaran:
4. Pengingkaran yang dilakukannya tidak mendatangkan bahaya yang lebih besar dibandingkan kemungkaran itu sendiri:
5. Dan dia layak serta mampu melakukan pengingkaran.


Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa pengingkaran (peniadaan) kemungkaran DENGAN TANGAN merupakan kewajiban para penguasa yang mampu melakukan perubahan. Pengingkaran kemungkaran DENGAN LISAN adalah kewajiban para da’i dan para pembimbing. Sedangkan pengingkaran kemungkaran DENGAN HATI adalah kewajiban orang yang tidak memiliki kekuasaan dan tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan. Sebab SERENDAH-RENDAHNYA derajat PENGINGKARAN terhadap sebuah PENGINGKARAN adalah di mana seorang muslim MERASA BENCI dan tidak suka DENGAN DOSA tersebut, menjauhinya, serta menjauhi orang yang melakukannya, lalu hatinya terpaut dengan ketaatan dan doa kepada Allah ta’ala untuk melakukan perbaikan.

Subhanallah, demikian saudara-saudarkiu, semoga penjelasan ini dapat dipahami dan membawa manfaat bagi kita semua. Wallahu tabaraka wa ta’ala a’lam …


bayangkan kalo ada api tetapi tak ada satu pun yg mau memadamkannya.. pasti makin menjalar

lebih parahnya kalo ada kemunkaran tapi ga ada yang mencegahnya.
bayangkan ya... ^,^

ungkapan-kata-kata-bermakna-cinta

1.Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.