Assalamu ‘alaikum wrahmatullahi wabarakatuh,
Fakta yang sesungguhnya dari kehidupan Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada riwayat yang menyebutkan beliau pada tiap ulang tahun kelahirannya melakukan ritual tertentu. Bahkan para shahabat beliau pun tidak pernah kita baca dalam sejarah pernah mengadakan ihtifal secara khusus setiap tahun untuk mewujudkan kegembiraan karena memperingati kelahiran Nabi SAW.
Bahkan upacara secara khusus untuk merayakan ritual maulid nabi SAW juga tidak pernah kita dari generasi tabi’in hingga generasi salaf selanjutnya. Perayaan seperti ini secara fakta memang tidak pernah diajarkan, tidak pernah dicontohkan dan juga tidak pernah dianjurkan oleh Rasulullah SAW, para shahabat bahkan para ulama salaf di masa selanjutnya.
Perayaan maulid nabi SAW secara khusus baru dilakukan di kemudian hari. Dan ada banyak versi tentang siapa yang memulai tradisi ini. Sebagian mengatakan bahwa konon Shalahuddin Al-Ayyubi yang mula-mula melakukannya, sebagai reaksi atas perayaan natal umat Nasrani. Karena saat itu di Palestina, umat Islam dan Nasrani hidup berdampingan. Sehingga terjadi interaksi yang majemuk dan melahirkan berbagai pengaruh satu sama lain.
Versi lain menyatakan bahwa perayaan maulid ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fatimiyyah di Mesir pada akhir abad keempat hijriyah. Hal itu seperti yang ditulis pada kitab Al-A’yad wa atsaruha alal Muslimin oleh Dr. Sulaiman bin Salim As-Suhaimi hal. 285-287. Disebutkan bahwa para khalifah Bani Fatimiyyah mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya, di antaranya adalah perayaan tahun baru, asyura, maulid NabisAW bahwa termasuk maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husein serta maulid Fatimah dll. .
Versi lainnya lagi menyebutkan bahwa perayaan maulid dimulai tahun 604 H oleh Malik Mudaffar Abu Sa’id Kukburi.
Hukum Merayakan Maulid Nabi SAW
Mereka yang sekarang ini banyak merayakan maulid nabi SAW seringkali mengemukakan dalil. Di antaranya:
1. Mereka berargumentasi dengan apa yang ditulis oleh Imam As-Suyuti di dalam kitab beliau, Hawi li al-Fatawa Syaikhul Islam tentang maulid serta Ibn Hajar Al-Asqalani ketika ditanya mengenai perbuatan menyambut kelahiran nabi SAW. Beliau telah memberi jawaban secara bertulis:
Adapun perbuatan menyambut maulid merupakan bid’ah yang tidak pernah diriwayatkan oleh para salafush-shaleh pada 300 tahun pertama selepas hijrah. Namun perayaan itu penuh dengan kebaikan dan perkara-perkara yang terpuji, meski tidak jarang dicacat oleh perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya.
Jika sambutan maulid itu terpelihara dari perkara-perkara yang melanggar syari’ah, maka tergolong dalam perbuatan bid’ah hasanah. Akan tetapi jika sambutan tersebut terselip perkara-perkara yang melanggar syari’ah, maka tidak tergolong di dalam bida’ah hasanah.
2. Selain pendapat di atas, mereka juga berargumentasi dengan dalil hadits yang menceritakan bahwa siksaan Abu Lahab di neraka setiap hari Senin diringankan. Hal itu karena Abu Lahab ikut bergembira ketika mendengar kelahiran keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Meski dia sediri tidak pernah mau mengakuinya sebagai Nabi. Bahkan ekspresi kegembiraannya diimplementasikan dengan cara membebaskan budaknya, Tsuwaibah, yang saat itu memberi kabar kelahiran Nabi SAW.
Perkara ini dinyatakan dalam sahih Bukhari dalam kitab Nikah. Bahkan Ibnu Katsir juga membicarakannya dalam kitabnya Siratunnabi jilid 1halaman 124.
Syamsuddin Muhammad bin Nasiruddin Ad-Dimasyqi menulis dalam kitabnya Mawrid as-sadi fi Mawlid al-Hadi : Jika seorang kafir yang memang dijanjikan tempatnya di neraka dan kekal di dalamnya diringankan siksa kuburnya tiap Senin, apalagi dengan hamba Allah yang seluruh hidupnya bergembira dan bersyukur dengan kehadiran Ahmad dan meninggal dengan menyebut Ahad ?
3. Hujjah lainnya yang juga diajukan oleh para pendukung maulid NabiSAW adalah apa yang mereka katakan sebagai pujian dari Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani.
Menurut mereka, Ibnu Hajar telah menulis di dalam kitabnya, ‘Al-Durar al-Kamina fi ‘ayn al-Mi’at al-thamina’ bahwa Ibnu Kathir telah menulis sebuah kitab yang bertajuk maulid Nabi di penghujung hidupnya, Malam kelahiran NabiSAW merupakan malam yang mulia, utama, dan malam yang diberkahi, malam yang suci, malam yang menggembirakan bagi kaum mukmin, malam yang bercahaya-cahaya, terang benderang dan bersinar-sinar dan malam yang tidak ternilai.
4. Para pendukung maulid nabi SAW juga melandaskan pendapat mereka di atas hadits bahwa motivasi Rasulullah SAW berpuasa hari Senin karena itu adalah hari kelahirannya. Selain karena hari itu merupakan hari dinaikkannya laporan amal manusia.
Abu Qatadah Al-Ansari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika ditanya mengapa beliau berpuasa pada hari Senin, menjawab, Itulah hari aku dilahirkan dan itulah juga hari aku diangkat menjadi Rasul.
Hadits ini bisa kita dapat di dalam Sahih Muslim, kitab as-siyam
Pendapat yang Menentang
Namun argumentasi ini dianggap belum bisa dijadikan landasan dasar pensyariatan seremoni maulid nabi SAW.
Misalnya cerita tentang diringankannya siksa Abu Lahab itu, mereka mengatakan bahwa Abu Lahab yang diringankan siksanya itu pun hanya sekali saja bergembiranya, yaitu saat kelahiran. Dia tidak setiap tahun merayakan kelahiran nabi dengan berbagai ragam seremoni. Kalau pun kegembiraan Abu Lahab itu melahirkan keringanan siksanya di neraka tiap hari Senin, bukan berarti orang yang tiap tahun merayakan lahirnya nabiSAW akan mendapatkan keringanan siksa.
Demikian juga dengan pujian dari Ibnu Katsir, sama sekali tidak bisa dijadiakan landasan perintah untuk melakukan sermonial khusus di hari itu. Sebab Ibnu Katsir hanya memuji malam hari di mana Nabi SAW lahir, namun tidak sampai memerintahkan penyelenggaraan seremonial.
Demikian juga dengan alasan bahwa Rasulullah SAW berpuasa di hari Senin, karena hari itu merupakan hari kelahirannya. Hujjah ini tidak bisa dipakai, karena yang saat dilakukan bukan berpuasa, tapi melakukan berbagai macam aktifitas setahun sekali. Kalau pun mau berittiba’ pada hadits itu, seharusnya umat Islam memperbanyak puasa sunnah hari Senin, bukan menyelenggarakan seremoni maulid setahun sekali.
Bahkan mereka yang menentang perayaan maulid nabi ini mengaitkannya dengan kebiasaan dari agama sebelum Islam. Di mana umat Yahudi, Nasrani dan agama syirik lainnya punya kebiasaan ini. Buat kalangan mereka, kebiasaan agama lain itu haram hukumnya untuk diikuti. Sebaliknya harus dijauhi. Apalagi Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkannya atau mencontohkannya.
Dahulu para penguasa Mesir dan orang-orang Yunani mengadakan perayaan untuk tuhan-tuhan mereka. Lalu perayaan-perayaan ini di warisi oleh orang-orang Kristen, di antara perayaan-perayaan yang penting bagi mereka adalah perayaan hari kelahiran Isa al-Masih, mereka menjadikannya hari raya dan hari libur serta bersenang-senang. Mereka menyalakan lilin-lilin, membuat makanan-makanan khusus serta mengadakan hal-hal yang diharamkan.
Dan akhirnya, para penentang maulid mengatakan bahwa semua bentuk perayaan maulid nabi yang ada sekarang ini adalah bid’ah yang sesat. Sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk menyelenggarakannya atau ikut mensukseskannya.
Jawaban dari Pendukung Maulid
Tentu saja para pendukung maulid nabi SAW tidak rela begitu saja dituduh sebagai pelaku bid’ah. Sebab dalam pandanga mereka, yang namanya bid’ah itu hanya terbatas pada ibadah mahdhah saja, bukan dalam masalah sosial kemasyarakatan atau masalah muamalah.
Adapun seremonial maulid itu oleh para pendukungnya diletakkan di luar ritual ibadah formal. Sehingga tdak bisa diukur dengan ukuran bid’ah. Kedudukannya sama dengan seorang yang menulis buku tentang kisahnabi SAW. Padahal di masa Rasulullah SAW, tidak ada perintah atau anjuran untuk membukukan sejarah kehidupan beliau. Bahkan hingga masa salah berikutnya, belum pernah ada buku yang khusus ditulis tentang kehidupan beliau.
Lalu kalau sekarang ini umat Islam memiliki koleksi buku sirah nabawiyah, apakah hal itu mau dikatakan sebaga bid’ah? Tentu tidak, karena buku itu hanyalah sarana, bukan bagian dari ritual ibadah. Dankeberadaan buku-buku itu justru akan membuat umat Islam semakin mengenal sosok beliau. Bahkan seharusnya umat Islam lebih banyak lagi menulis dan mengkaji buku-buku itu.
Dalam logika berpikir pendukung maulid, kira-kira seremonial maulid itu didudukkan pada posisi seperti buku. Bedanya, sejarah nabi SAW tidak ditulis, melainkan dibacakan, dipelajari, bahkan disampaikan dalam bentuk seni syair tingkat tinggi. Sehingga bukan melulu untuk konsumsi otak, tetapi juga menjadi konsumsi hati dan batin. Karena kisah nabi disampaikan dalam bentuk syair yang indah.
Dan semua itu bukan termasuk wilayah ibadah formal melainkan bidang muamalah. Di mana hukum yang berlaku bahwa segala sesuatu asalnya boleh, kecuali bila ada dalil yang secara langsung melarangnya secara eksplisit.
Kesimpulan
Sebagai bagian dari umat Islam, barangkali kita ada di salah satu pihak dari dua pendapat yang berbeda. Kalau pun kita mendukung salah satunya, tentu saja bukan pada tempatnya untuk menjadikan perbedaan pandangan ini sebagai bahan baku saling menjelekkan, saling tuding, saling caci dan saling menghujat.
Perbedaan pandangan tentang hukum merayakan maulid nabi SAW, suka atau tidak suka, memang telah kita warisi dari zaman dulu. Para pendahulu kita sudah berbeda pendapat sejak masa yang panjang. Sehingga bukan masanya lagi buat kita untuk meninggalkan banyak kewajiban hanya lantaran masih saja meributkan peninggalan perbedaan pendapat di masa lalu.
Sementara di masa sekarang ini, sebagai umat Islam, kita justru sedang berada di depat mulut harimau sekaligus buaya. Kita sedang menjadi sasaran kebuasan binatang pemakan bangkai. Bukanlah waktu yang tepat bila kita saling bertarung dengan sesamasaudara kitasendiri, hanya lantaran masalah ini.
Sebaliknya, kita justru harus saling membela, menguatkan, membantu dan mengisi kekurangan masing-masing. Perbedaan pandangan sudah pasti ada dan tidak akan pernah ada habisnya. Kalau kita terjebak untuk terus bertikai, maka para pemangsa itu akan semakin gembira.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Tuesday, 15 February 2011
Ikhwan Idaman
Ikhwan? apaan tuh? sejenis makhluk hidupkah? hehe.. yaiyalah,, ok, akan kita cari tau siapa sih Ikhwan itu. Apalagi Ikhwan idaman.
Sebelum membahas Ikhwan Idaman, kita cari tau dulu apa sih itu IKHWAN??
Ya sepertinya sosok ini bisa di temui di Masjid, di kalangan pengajian or aktivis-aktivis gitu yah? Masa sech?…Eitz tunggu dulu, gak juga kali. Kesannya dah kaya laki-laki beriman yang akan di jamin masuk surga. Ngaco dech,, lebay amat. Atau mungkin laki-laki berjenggot, bercelana ngatung plus peci di kepalanya. Hmm.. emang sih itu termasuk ciri-cirinya.Hehe…
Tapi yang pasti si Doi juga manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah, dah kaya lagunya Yovie n Nuno ” manusia biasa”. Oke lanjuut.. Ya sebenarnya ikhwan adalah sesosok laki-laki biasa yang sama dengan yang lain hanya saja panggilan ikhwan lebih terkesan laki-laki yang baik dan soleh, padahal kalau melihat hakekat arti dari Ikhwan dalam bahasa Arab ya saudara laki-laki. Dan pasangannya adalah Akhwat yaitu saudara peerempuan,akan tetapi di indonesia, khususnya dalam hal panggilan, ikhwan itu berkesan laki-laki soleh yang berbeda dari laki-laki biasa. Biasanya si Doi akan kita temui di masjid, organisasi islam, lembaga dakwah dan sebagainya. Karena memang begitulah mereka, dakwah.. adalah jalannya.
Subhanallah yah kesannya sosok ikhwan tuh perfect amat yah!! mau atuh sekilo mah… hehehe… dah kaya mangga dipasar ajah. Oalah sebelum jadi ngaco beneran kita ucapin Istighfar dulu yuuk.. Astaghfirullahal’aziim..
Yupz,, Sekarang di tanya nih bagaimana sossok ikhwan idaman?
Banyak banget temen-temen dari kalangan Akhwat yang senyum-senyum sendiri saat di tanya hal ini. Kadang sampai ada yang gak bisa jawab karena malu akhirnya mukanya merah, ada juga yang males jawabnya, ada juga yang dengan tegas mengatakan ” Yang penting soleh..” masa sih? yang bener soleh aja? gak mau kalo ganteng?? dan ikhlas aja nih kalo dapet yang jelek.. he… Sebenarnya apa aja sih yang di idamkan para akhwat perihal Ikhwan idaman?
1. Yang pasti laki-laki sejati, gak setengah-setengah atau istilahnya agak seperti wanita.
“Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki (HR. Al-Bukhari). Karena seorang akhwat menginginkan pendamping yang dapat melindungi dan membuat perasaan aman jika di dekatnya. Yaiyalah.. coba kalo misalnya ada apa-apa sedangkan ikhwan itu penakut gimana mau jadi superman buat si akhwat?? meski penakut adalah sifat manusia. Tapi tetep kale,, ikhwan yang sejati tetap plihan hati. cie,, (ngarep euy)
2. Beriman dan bertakwa
Tak seorang pun yang lebih mulia dari yang lain kecuali karena takwanya kepada Allah, seperti tertera dalam firmanNya dalam surah Al Hujuraat ayat 13 “… Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu…”. Sungguh yang beriman dan bertakwa yang akan di cari sama akhwat. Jadi gak cuma tampang aja ikhwan tapi ga takwa. Masa sih mau di bilang kaya gitu. gak mau kan?
3. Rapi dan bersih
” Kebersihan sebagian dari Iman” . Pada dasarnya fitrah manusia menyukai yang bersih. Dalam hal ini pun para akhwat rata-rata menyukai ikhwan yang bersih serta rapi, meski pada kenyataannya ikhwan yang memperhatikan kebersihan itu sangat langka di temukan. He,, bukan berarti banyak yang jorok sih. Jangan marah,,
Mungkin secara garis besarnya itu yang akan di idamkan oleh seorang akhwat, akan tetapi hal lain lebih relatif di antara Akhwat.
Semoga bermanfaat ya..
Wallahu’alam.
Monday, 14 February 2011
Suara Hati Seorang “Akhwat”. (Amiin…)
Ku tak mengerti apa yang telah memasuki otakku sampai sampai setiap kali ku bermunajat kepadaMu terasa kelu bibir ini untuk berkeluh kesah kepadaMu Ya Rabb.. Sungguh sulit. Seolah di hati ini terlalu banyak permintaan yang ingin ku sampaikan, Sesulit itukah?
Menangis dan hanya menangis yang bisa kulakukan. Perjuangan ini memang berat. Sangat berat. Sampai diriku letih. Tapi sangat jauh… bila di bandingkan apa yang telah di lakukan oleh Rosulullah SAW.
Sepucuk do’a ku coba panjatkan.
Hmm… Untuk seseorang yang kini telah menanti diriku. Ku Harapkan dirimu yg slalu hadir di dalam setiap malamku, sungguh sangat ku harapkan. Ku sebut namamu d tengah lafadz-lafadz Nya. Sungguh hati ini terasa merindumu. Duhai calon pendampingku.
Akankah dirimu menyadari..Seperti inikah aku menanti dirimu?
Wahai calon pendampingku..
Ku harap kelak kau akan memanggil namaku. Menemuiku. Menghampiri diriku yang kini tengah menunggumu. Akankah itu kan terjadi? Ku tak tau pasti. Karena hanya Dialah yang tahu pemilik Alam Raya yang mengagumkan ini. Akan tetapi tetaplah harapanku kepadamu.
Wahai calon Pendampingku..
Ku harap disana kau pun masih belajar untuk meniti IlmuNya, berdakwah demi agamaNya, menangis di tiap malam-malamNya yang dingin, masih merindu SurgaNya, berdo’a untuk Umat, menyiarkan panji Islam, Menguak kebenaran.
Wahai calaon pendampingku…
Ku harap engkau masih mau berharap kepadaku, mendo’akan ku dalam setiap sholatmu, kemudian kelak kau kan datang ke rumahku dan memintaku kepada orang tuaku, membawaku dalam semangat dakwahmu.
Ku harap tidak salah, jika aku di sini masih berharap dengan dirimu…
Untukmu yang selalu Ku nanti, Entah bagaimana bentuk rupamu? ku harap yang selalu ku do’akan dalam malam-malamku.
Untukmu pengobat rindu, akankah benar kelak kau akan mendatangiku?Ataukah kau telah datang, ataukah tak pernah datang?
Tapi sekali ini, Ku yakin,, kau akan datang.
Sungguh Ku do’akan dirimu yang terbaik
Kelak aku akan mencoba mengisi masa penantianku dengan terus menggali IlmuNya.. Demi masa depan kita.
Semoga dirimu pun begitu, Amiin...
Untukmu di sana yang kelak akan menjadi calon pendampingku.
Menangis dan hanya menangis yang bisa kulakukan. Perjuangan ini memang berat. Sangat berat. Sampai diriku letih. Tapi sangat jauh… bila di bandingkan apa yang telah di lakukan oleh Rosulullah SAW.
Sepucuk do’a ku coba panjatkan.
Hmm… Untuk seseorang yang kini telah menanti diriku. Ku Harapkan dirimu yg slalu hadir di dalam setiap malamku, sungguh sangat ku harapkan. Ku sebut namamu d tengah lafadz-lafadz Nya. Sungguh hati ini terasa merindumu. Duhai calon pendampingku.
Akankah dirimu menyadari..Seperti inikah aku menanti dirimu?
Wahai calon pendampingku..
Ku harap kelak kau akan memanggil namaku. Menemuiku. Menghampiri diriku yang kini tengah menunggumu. Akankah itu kan terjadi? Ku tak tau pasti. Karena hanya Dialah yang tahu pemilik Alam Raya yang mengagumkan ini. Akan tetapi tetaplah harapanku kepadamu.
Wahai calon Pendampingku..
Ku harap disana kau pun masih belajar untuk meniti IlmuNya, berdakwah demi agamaNya, menangis di tiap malam-malamNya yang dingin, masih merindu SurgaNya, berdo’a untuk Umat, menyiarkan panji Islam, Menguak kebenaran.
Wahai calaon pendampingku…
Ku harap engkau masih mau berharap kepadaku, mendo’akan ku dalam setiap sholatmu, kemudian kelak kau kan datang ke rumahku dan memintaku kepada orang tuaku, membawaku dalam semangat dakwahmu.
Ku harap tidak salah, jika aku di sini masih berharap dengan dirimu…
Untukmu yang selalu Ku nanti, Entah bagaimana bentuk rupamu? ku harap yang selalu ku do’akan dalam malam-malamku.
Untukmu pengobat rindu, akankah benar kelak kau akan mendatangiku?Ataukah kau telah datang, ataukah tak pernah datang?
Tapi sekali ini, Ku yakin,, kau akan datang.
Sungguh Ku do’akan dirimu yang terbaik
Kelak aku akan mencoba mengisi masa penantianku dengan terus menggali IlmuNya.. Demi masa depan kita.
Semoga dirimu pun begitu, Amiin...
Untukmu di sana yang kelak akan menjadi calon pendampingku.
Aku Merindukan Bersahabat dengan Orang orang yang Sholeh.
Allah menyatakan dalam Al Qur'an bahwa salah satu sebab utama yang membantu menguatkan iman para shahabat Nabi adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (QS. Ali 'Imran: 101). Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur)." (QS. At Taubah: 119). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa.)
Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia." (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 4/324, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379)
Para ulama pun memiliki nasehat agar kita selalu dekat dengan orang sholih. Al Fudhail bin ‘Iyadh berkata,
نَظْرُ المُؤْمِنِ إِلَى المُؤْمِنِ يَجْلُو القَلْبَ
“Pandangan seorang mukmin kepada mukmin yang lain akan mengilapkan hati.”(Siyar A’lam An Nubala’, 8/435, Mawqi’ Ya’sub). Maksud beliau adalah dengan hanya memandang orang sholih, hati seseorang bisa kembali tegar. Oleh karenanya, jika orang-orang sholih dahulu kurang semangat dan tidak tegar dalam ibadah, mereka pun mendatangi orang-orang sholih lainnya.
‘Abdullah bin Al Mubarok mengatakan, “Jika kami memandang Fudhail bin ‘Iyadh, kami akan semakin sedih dan merasa diri penuh kekurangan.”
Ja’far bin Sulaiman mengatakan, “Jika hati ini ternoda, maka kami segera pergi menuju Muhammad bin Waasi’." (Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Sayyid bin Husain Al ‘Afani, hal. 466, Darul ‘Affani, cetakan pertama, tahun 1421 H)
Ibnul Qayyim mengisahkan, “Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan sempit dalam menjalani hidup, kami segera mendatangi Ibnu Taimiyah untuk meminta nasehat. Maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang".(Lihat Shahih Al Wabilush Shoyyib, antara hal. 91-96, Dar Ibnul Jauziy)
Itulah pentingnya bergaul dengan orang-orang yang sholih. Oleh karena itu, sangat penting sekali mencari lingkungan yang baik dan mencari sahabat atau teman dekat yang semangat dalam menjalankan agama sehingga kita pun bisa tertular aroma kebaikannya. Jika lingkungan atau teman kita adalah baik, maka ketika kita keliru, ada yang selalu menasehati dan menyemangati kepada kebaikan.
Kalau dalam masalah persahabatan yang tidak bertemu setiap saat, kita dituntunkan untuk mencari teman yang baik, apalagi dengan mencari pendamping hidup yaitu suami atau istri. Pasangan suami istri tentu saja akan menjalani hubungan bukan hanya sesaat. Bahkan suami atau istri akan menjadi teman ketika tidur. Sudah sepantasnya, kita berusaha mencari pasangan yang sholih atau sholihah. Kiat ini juga akan membuat kita semakin teguh dalam menjalani agama.
''Aku Tinggalkan Dia Demi Allah''
Dengan nama Allah...sebaik-baik pemberi ganjaran.
Namamukah yang tertulis di lauh mahfuz sana?
Engkau yang bekal menemaniku jalan menuju syurga?
Aduhai pria.
Adakah kau yang tercipta untukku?
Jawab pertanyaanku ini.jawab!
Karena jawabanya bukan di tanganmu, tetapi di tanganNYA.
Tuhanku dan Tuhanmu,
Gelisah ku memikirkan dirimu,
Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku,
Maafkn aku,
Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu.
Jemput diriku apabila waktunya tiba,
Sebelum sampai saat itu,
Biarkan aku sendiri bersama Dia,
Sebelum kucipta cinta di antara kita,
Jadilah dirimu kumbang yang hebat,
Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar,
Untuk itu, aku tinggalkan dirimu padaNYA,
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah
Tuhanku dan Tuhanmu,
Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya
Sesungguhnya petunjuk Tuhanku di atas jalan yang lurus.
Usah bersedih atas perpisahan sementara ini,
Jika benar aku tercipta untukmu,
Tiada yang dapat menghalanginya
Sebelum saat itu tiba,
Berdoalah pada Allah supaya di beri kekuatan,
Mohonlah kepadanya dengan penuh pengharapan.
Yakinlah pada janji Allah!
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik (pula), mereka (yang di tuduh) itu bersih dari apa yang di tuduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (surah An-nur :26)
Sesungguhnya Allah takkan pernah menyia-nyiakan pengorbananmu. Bilamana kita tinggalkan semua ini karena Allah semata.
Yakinlah!
Akan ada sesuatu yang indah untukmu di kemudian hari.
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu, dari pada yang sekarang (permulaan)
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karuniaNYA kepadamu,
Lalu (hati) kamu menjadi puas (surah Ad-duh :4&5)
Beruntunglah kamu!
Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah itu.
Maka Allah akan mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya orang yang mensucikan jiwa itu
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya, (surah As syams :8-10)
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ''Tuhan kami ialah Allah'' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,
Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan '' jangamlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih dan gembirarah mereka dengan jannah yang telah di janjikan Allah kepadamu, (surah Fussilat: 30)
Dan ketika kamu merasa lemah,
Mohonlah ketakutan dariNYA
Allah itu dekat,
Yakin dan pasti,
Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, (surah Fussilat :36)
Kamu dan aku adalah intan terpilih,
Berdoalah semoga aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku,
Berdoalah tiada sang kumbang durjana merasakanya sebelum yang halal tiba,
Aku juga senantiasa mendoakanmu agar dalam pemeliharaannya,
Sentiasa.
(Abdul Qodir Jaelani)
Namamukah yang tertulis di lauh mahfuz sana?
Engkau yang bekal menemaniku jalan menuju syurga?
Aduhai pria.
Adakah kau yang tercipta untukku?
Jawab pertanyaanku ini.jawab!
Karena jawabanya bukan di tanganmu, tetapi di tanganNYA.
Tuhanku dan Tuhanmu,
Gelisah ku memikirkan dirimu,
Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku,
Maafkn aku,
Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu.
Jemput diriku apabila waktunya tiba,
Sebelum sampai saat itu,
Biarkan aku sendiri bersama Dia,
Sebelum kucipta cinta di antara kita,
Jadilah dirimu kumbang yang hebat,
Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar,
Untuk itu, aku tinggalkan dirimu padaNYA,
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah
Tuhanku dan Tuhanmu,
Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya
Sesungguhnya petunjuk Tuhanku di atas jalan yang lurus.
Usah bersedih atas perpisahan sementara ini,
Jika benar aku tercipta untukmu,
Tiada yang dapat menghalanginya
Sebelum saat itu tiba,
Berdoalah pada Allah supaya di beri kekuatan,
Mohonlah kepadanya dengan penuh pengharapan.
Yakinlah pada janji Allah!
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik (pula), mereka (yang di tuduh) itu bersih dari apa yang di tuduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (surah An-nur :26)
Sesungguhnya Allah takkan pernah menyia-nyiakan pengorbananmu. Bilamana kita tinggalkan semua ini karena Allah semata.
Yakinlah!
Akan ada sesuatu yang indah untukmu di kemudian hari.
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu, dari pada yang sekarang (permulaan)
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karuniaNYA kepadamu,
Lalu (hati) kamu menjadi puas (surah Ad-duh :4&5)
Beruntunglah kamu!
Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah itu.
Maka Allah akan mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya orang yang mensucikan jiwa itu
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya, (surah As syams :8-10)
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ''Tuhan kami ialah Allah'' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,
Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan '' jangamlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih dan gembirarah mereka dengan jannah yang telah di janjikan Allah kepadamu, (surah Fussilat: 30)
Dan ketika kamu merasa lemah,
Mohonlah ketakutan dariNYA
Allah itu dekat,
Yakin dan pasti,
Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, (surah Fussilat :36)
Kamu dan aku adalah intan terpilih,
Berdoalah semoga aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku,
Berdoalah tiada sang kumbang durjana merasakanya sebelum yang halal tiba,
Aku juga senantiasa mendoakanmu agar dalam pemeliharaannya,
Sentiasa.
(Abdul Qodir Jaelani)
Subscribe to:
Posts (Atom)