Monday, 18 April 2011
ATM ( Akhwat Tapi Mesra )
“Idih, kok bisa bang?” aku dibuatnya penasaran.
“Bisalah. Bang Haris gitu lho!”
“Bukan karena ATM kan bang?”kataku.
“Apaan tuh?”
“Akhwat tapi Mesra. Biasanya nih kalau semangat lagi naik, ada penyemangatnya.”
Bang Haris hanya menjawab dengan cengengesan. Entah apa yang ada dipikirannya.
“Lho kok malah ketawa ketiwi gitu!” aku mengerutkan dahi.
Dia malah tambah ‘salting’ dan menggaruk-garuk kepalanya yang aku yakin nggak gatal.
***
Senang memang ketika ada yang memperhatikan kita terus jadi bisa meningkatkan kwalitas semangat kita dalam melakukan berbagai hal, mungkin salah satunya kamu.
Hubungan dengan seorang akhwat sebagai sebuah ukhuwah memang kadang kala diperlukan, tapi tetap ada batasannya. Bukan dengan hubungan yang ‘terlarang’, dengan mengumbar kemesraan.
Bukan pula menghalalkan berhubungan dengan akhwat tapi mesra. Kamu mungkin tidak pernah menyadari bahwa hal itu akan berujung pada kemaksiatan, karena kamu telah dibutakan oleh kemesraan yang ditunggangi syetan.
Misal dimulai dengan Chating atau SMS nanyain kabar, lama-lama menjadi kata yang menjual kehormatan. Kata-kata mesra diungkapkan, membuat hati sang akhwat berubah menjadi taman bunga. Tak ada lagi yang bisa melarang, karena dua hati telah dibutakan oleh kemesraan, bahkan mungkin Allah telah terlupakan.
Mungkin kamu akan berkata, bahwa kalian hanya beradu salam dan saling mengingatkan dalam hal ibadah. Apakah kamu tidak menyadari bahwa hal itulah awal dari segala bencana kemesraan yang kalian lakukan?
Banyak ikhwan yang berubah haluan, ketika menemukan seorang akhwat yang mau diberi sebuah kemesraan. Yang awal tujuannya hanya karna Allah, kini jadi menyimpang karena hubungan dengan akhwat tapi mesra.
Justru hal seperti ini sangat berbahaya bagimu. Kamu mungkin tahu bahwa orang-orang fasik secara terang-terangan bahkan melakukan hubungan terlarang yang menjurus pada zina, mereka sadar bahwa yang mereka lakukan adalah maksiat dan haram hukumnya. Itu karena cahaya illahi telah mereka jauhi.
Tapi berbeda ketika kamu yang merasa bahwa cahaya illahi telah ada didada, namun kamu justru tidak menyadari bahayanya bermesraan dengan akhwat meskipun dengan bahasa-bahasa islami seperti “ukhti, jangan lupa tahajjud dan doakan aku”. Apakah kamu tidak menyadari bahwa ini adalah tipu daya syetan yang meredupkan cahaya dihatimu?
Sahabat BMB, mari kita saling mengingatkan, saling menasehati kepada saudara kita. Tapi dengan cara yang santun dan yang dibenarkan oleh agama kita. Bukan dengan cara yang menyalahinya, karena manusia manapun ketika diberikan kemesraan kadang ada yang terang-terangan menerima dengan malu-malu.
Atau malah ada yang terang-terangan menolak secara keras, tapi hatinya tidak bisa dibohongi, masih ada rasa senang yang tak mungkin tergambarkan. Karena fitrahnya sangat suka dengan pujian dan kata-kata yang menyenangkan.
So sahabat..tidakkah sebuah pengingat jauh lebih baik ketimbang kita tahu tapi kita tak mau tahu.
“Tidaklah kutinggalkan suatu ujian yang lebih berat bagi laki-laki melebihi wanita” (HR Bukhari dan Muslim).
Wallahua’lam bish shawwab.
TTM ( Ta’aruf tapi Mesra )
Bismillahirrahmanirrahim..
” Assalamualaikum ukhti, jangan lupa makan ya? ana nggak mau kalau nanti jadi istri ana, ukhti kena sakit maag atau kurusan.”
SMS dikirim..
SMS diterima..
“Wa’alaikumsalam akhi, iya akhi. Insyaallah ana nggak telat makan. Makasih banget ya, masih ta’aruf aja udah diperhatikan seperti ini apalagi nanti kalau jadi istri akhi, pasti jadi wanita paling bahagia.”
====================================
WoW.. PEDE aja gitu, SMS an dengan kata mesra yang bergejolak-jolak bawa kata-kata islami untuk menghalalkan ragam kemesraan.
Tak mudah memang menutupi rasa yang seharusnya tak terungkapkan begitu saja, tak diumbar begitu mudah. Seperti cinta yang tak pernah ada harganya, layaknya para pemuja cinta yang sudah kehilangan kendali bahkan telah hilang dalam mengenali bagaimana rasanya cinta.
Bahaya Akhwat GENIT
Sepintas mendengar kata Akhwat pikiran kita langsung terarah kepada satu sosok wanita sholeha yg berjilbab rapi dan menjulur hingga bawah dada. Atau saat mendengar kata itu, kita seakan mebayangkan satu wanita exclusif yg ilmu agamnya diatas rata rata wanita sebayanya. Benarkah?
Gak tau kapan awalnya Jargon ahwat dan ikhwan ini mulai populer. dan katanya, si akhwat ini bahkan membuat wanita wanita lain di luar jemaah tarbiyah iri dan merasa rendah diri?
Suatu ketika saya pernah diminta tausiyah oleh satu muslimah di ruang chating internet, disela sela obrolan kecil kita, muslimah itu memotong pembicaraan dengan nada melemah "saya bukan akhwat". Nah lo...
Ini terjadi juga sama lawan "akhwat" yg pupuler dengan sebutan "ikhwan", jargon ihwan pun mendapat posisi lebih meyakinkan dalam sosial masyarakat Indonesia. Saya pun pernah suatu ketika memanggil lawan chating dengan "akhi" dan muslim itu langsung memotong, "saya gak pantas dipanggil akhi"
Nah Lho... Nah lho?
MEMANG SELAMA INI YANG DIPAHAMI TENTANG KATA ITU SEPERTI APA?
coba Sedikit saja kita buka pengetahuan bahasa arab, gak usah belajar nahu sorof... jika kita cari, kita akan segera menemukan:
Akhwat : Perempuan / Women
Ikhwan : Laki Laki / Man
Ukhti : Saudariku / My Sister / dalam prononsiasi bahasa arab dibaca "okh'ti"
Akhi : Saudaraku / My Brother / dalam prononsiasi arab lokal dibaca "akhey"
Lalu kenapa koq si akhwat ini banyak di soroti, bahkan saya banyak menemukan Tulisan yg menyerang si Akhwat. ada juga yg berusaha menurunkan reputasi si Ikhwan dengan meng identikannya dengan bakwan?
Apakah mereka tidak mengerti kata kata bahasa arab yg hampir jadi bahasa indo ini? sayang sekali jika ada orang yg berusaha melemahkan pejihad pejihad dakwah itu. sungguh sebuah cara yg tidak terpuji jika melemahkan mereka yg jelas jelas berpakaian terpuji dan sesuai syariat. kalau begitu, pakaian seperti apa yg mereka yakini?. yah jika benci sama partai, jangan benci sama "gelora iman" di dada mereka. karena hidayah Allahlah yg akan menunjuki.
Menurut saya, akhwat itu ya.. muslimah ummat Muhammad Saw. dari harokah manapun dia berasal, bahkan kalau dari kaidah bahasa, wanita kafir pun bisa disebut "ahwat" karena artinya perempuan. ? begitupun panggilan "akhi", semua laki laki muslim bisa mendapatkan posisi itu, tidak hanya sekaliber jemaah tarbiyah saja.
:) wah jadi kepanjangan di pendahulluan nih, ...
Ikhwah wa ukhtifillah rohimakumullah.
Tapi dengan adanya serangan yg berbentuk pelecehan itu, sebetulnya bagus buat intropeksi.. Apakah kita memang bener bener "Akhwat/Ikhwan" seperti yg mereka bayangkan atau hanya numpang keren dengan style itu?
Berikut ini ada bahan INTROPEKSI yg menggigit dari eramuslim.com, especially buat yg merasa "aku adalah akhwat", ini penting. karena diakui atau tidak partner kalian adalah ikhwan ikhwan muda yg juga manusiawi, berhati lembut dan tersembunyi. apa yg tersembunyi dihati sang ikhwan ketika komunikasi dua arah terjadi kan tidak tahu. godaan syaiton itu lembut, dan saya akui sebagai, cowo/ikhwan muda yg beriman lemah ini sangat berpengaruh dan akan merobohkan dinding keikhlasan yg semula sudah terbangun..
sejujurnya, ana sendiri seneng dengan kata kata itu. tapi masalahnya ARAH perasaan senang itu kemana??kasihan kan, keikhlasan yg sudah menebal di dada sang 'ikhwan itu' tiba tiba melempuh dan bernilai ZERO dengan sms sms genit sang ahwat
8 Kriteria Akhwat Genits:
1. Sering menggunakan Kata-kata mesra yang ‘Islami’
Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhwan. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami.
“Jazakalloh yach akhi”
“Akh, antum bisa saja dech”
“Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi”
“Kaifa haluk akhi, minta tausiah dunks…”
“Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..”
2. SMS tidak penting!
Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan “Afwan…” atau “Jazakalloh”
3. Senang dilihat
Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.
4. Banyak bercanda
Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.
5. Berpakaian yang mengundang pandangan
Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang digunakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.
6. Tidak khawatir berikhtilat
Ada saat-saat dimana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mu’min yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya. Bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.
7. Berbicara dengan nada
Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja, semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan ‘bekas’ pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syariat. Allah SWT berfirman yang artinya: “Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (Al Ahzab: 32) Para ulama meng-qiyaskan ‘merendahkan suara’ untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.
Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: ”Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim)
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadiid: 22)
8. Jilbab Berponi Dan Jilbab Setengah Tiang
Mungkin temen-temen pada penasaran apaan sih jilbab berponi? itu tuh orang yang pake kerudung tapi ga pake daleman kerudung dan poninya dikeluarin, (gambarnya ga ada sih, lagian ntar malah bikin dosa para ikhwan Nyengir) malah ada yg poninya di cat merah jadi persis kaya anak kecil yg hobby maen layangan jd rambutnya merah, dan itu dengan sengaja diperlihatkan…
:) ahwat ahwat jangan manyun,
Jika kriteria diatas ada di diri antm, maka renungkanlah... Karena sang "Ikhwan" ataupun bahkan "sang murobbi" -pun manusia. Dan semua keturunan adam telah digariskan dalam Al-Hadith bahwa mereka memang tidak akan terlepas dari Zina..
"Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata ialah memandang, zina lisan (lidah) ialah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan dan kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu.
(Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dalam Shahih Muslim No.4801)
Akhirul kalam, salam penulis kepada ahwat ahwat yg baca, pesanku; bantulah kami, tolonglah "akhi-mu" ini terhindar dari hal hal itu. karena Dunia ini hanya sementara, sebelum kita di paksa masuk kedalam kubur dan melanjutkan kehidupan abadi diakhirat..
Hikmah Turunya Al Qur’an Berangsur- angsur
Adapun hikmah dari penurunan Al Qur’an secara berangsur- angsur menurut Al Shabuni (1980)adalah sebagai berikut.
(1) Menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan misi kerasulannya.Seperti diketahui,beliau menghadapi penolakan dan tantangan yang keras dari kaumnya.Maka firman ALLAh turun untuk membesarkan hati dan menghibur beliau.Ada yang dalam bentuk kisah tentang para nabi terdahulu yang juga menghadapi tantangan yang berat,ada yang dalam bentuk penegasan akan kemenangan beliau di masa depan, dan pemberitahuan bahwa para penolak itu akan mengalami kehancuran.
(2) Meringankan beban Nabi Muhammad ketika menrima wahyu.Keagungan dan wibawa Al – Qur’an demikian hebatnya, sehingga andaikata diturunkan kepada gunung, maka gunung itu akan hancur terpecah- belah(Al – Hasyr, 59:21).Maka dapat dibayangkanbetapa beratnya hati Nabi yang sangat lembut,jika harus menerima Al Qu’an utuh sekaligus.Sedangkan menerima beberapa ayat saja ,sebagaimana digambarkan oleh Siti Khadijah,”pada hari yang sangat dingin keringat beliau bercucuran”.
(3) Mewadahi pentahapan pensyariatan atau penetapan hokum Islam.Mengubah keyakinan,kebiasaan,karakter,dan budaya tidaklah semudah membalik telapak tangan.Al Qur’an mengambil jalanyang bijak (bil – hikmah)dalam mengobati penyakit- penyakit khususnya masyarakat Arab,yaitu jalan “sedikit demi sedikit”atau “tahap demi tahap”,seperti dalam kasus pelarangan minuman keras,penghapusan riba,penghapusan perbudakan,dan lain sebagainya.
(4) Memudahkan penghafalan dan pemahaman Al Qur’an bagi kaum Muslimin.Seperti diketahui bangsa Arab pad waktu turunnya Al Qur’an mayoritas buta huruf.Oleh karena itu mereka hanya mengandalkan ingatan dan hafalan.Maka turunnya Al Qur’an secara berangsur memudahkan mereka untuk mengingat dan menghafalkannya.
(5) Mengikuti peristiwa- peristiwa yang terjadi dan membeikan petunjuk mengenai peristiwa tersebut pada saat kejadian.Cara demikian ini tentu lebih mengena karena bersifat kontekstual dan langsung dihadapkan pada kenyataan yang kongkrit.Misalnya sesudah perang Hunain,ketika itu umat Islam hamper mengalami kekalahan fatalkarena sikap meremehkan musuh yang jumlahnya kecil,maka Allah langsung menegur kaum muslimin dengan ayat 25 surat At Taubah.
Memberikan petunjuk bahwa Al Qur’an berasal dari Allah SWT. Diturunkannya ayat- ayat Al Qur’an secara sporadic selama sekitar 23 tahun , masing – masing dengan latar belakang situasi, peristiwa, dan konteks yang berbeda- beda , tapi kemudian tersusun dalam sebuah mushaf yang utuh, dengan sistematika yang rapi , runtut, dan teratur,hubungan antaraayat dalam satu surat dan antar surat menunjukkan korelasi dan koherensi yang sangat kuat.Ini semua menunjukkan bahwa Al Qur’an tidak mungkin dibuat oleh manusia, yang paling jenius sekalipun,termasuk Nabi Muhammad SAW.Al Qur’an pastilah bersumber dari Yang Maha Kuasa,ALLAH SWT
(1) Menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan misi kerasulannya.Seperti diketahui,beliau menghadapi penolakan dan tantangan yang keras dari kaumnya.Maka firman ALLAh turun untuk membesarkan hati dan menghibur beliau.Ada yang dalam bentuk kisah tentang para nabi terdahulu yang juga menghadapi tantangan yang berat,ada yang dalam bentuk penegasan akan kemenangan beliau di masa depan, dan pemberitahuan bahwa para penolak itu akan mengalami kehancuran.
(2) Meringankan beban Nabi Muhammad ketika menrima wahyu.Keagungan dan wibawa Al – Qur’an demikian hebatnya, sehingga andaikata diturunkan kepada gunung, maka gunung itu akan hancur terpecah- belah(Al – Hasyr, 59:21).Maka dapat dibayangkanbetapa beratnya hati Nabi yang sangat lembut,jika harus menerima Al Qu’an utuh sekaligus.Sedangkan menerima beberapa ayat saja ,sebagaimana digambarkan oleh Siti Khadijah,”pada hari yang sangat dingin keringat beliau bercucuran”.
(3) Mewadahi pentahapan pensyariatan atau penetapan hokum Islam.Mengubah keyakinan,kebiasaan,karakter,dan budaya tidaklah semudah membalik telapak tangan.Al Qur’an mengambil jalanyang bijak (bil – hikmah)dalam mengobati penyakit- penyakit khususnya masyarakat Arab,yaitu jalan “sedikit demi sedikit”atau “tahap demi tahap”,seperti dalam kasus pelarangan minuman keras,penghapusan riba,penghapusan perbudakan,dan lain sebagainya.
(4) Memudahkan penghafalan dan pemahaman Al Qur’an bagi kaum Muslimin.Seperti diketahui bangsa Arab pad waktu turunnya Al Qur’an mayoritas buta huruf.Oleh karena itu mereka hanya mengandalkan ingatan dan hafalan.Maka turunnya Al Qur’an secara berangsur memudahkan mereka untuk mengingat dan menghafalkannya.
(5) Mengikuti peristiwa- peristiwa yang terjadi dan membeikan petunjuk mengenai peristiwa tersebut pada saat kejadian.Cara demikian ini tentu lebih mengena karena bersifat kontekstual dan langsung dihadapkan pada kenyataan yang kongkrit.Misalnya sesudah perang Hunain,ketika itu umat Islam hamper mengalami kekalahan fatalkarena sikap meremehkan musuh yang jumlahnya kecil,maka Allah langsung menegur kaum muslimin dengan ayat 25 surat At Taubah.
Memberikan petunjuk bahwa Al Qur’an berasal dari Allah SWT. Diturunkannya ayat- ayat Al Qur’an secara sporadic selama sekitar 23 tahun , masing – masing dengan latar belakang situasi, peristiwa, dan konteks yang berbeda- beda , tapi kemudian tersusun dalam sebuah mushaf yang utuh, dengan sistematika yang rapi , runtut, dan teratur,hubungan antaraayat dalam satu surat dan antar surat menunjukkan korelasi dan koherensi yang sangat kuat.Ini semua menunjukkan bahwa Al Qur’an tidak mungkin dibuat oleh manusia, yang paling jenius sekalipun,termasuk Nabi Muhammad SAW.Al Qur’an pastilah bersumber dari Yang Maha Kuasa,ALLAH SWT
Monday, 11 April 2011
Antara ALLAH, aku dan kau
seng-iseng bekhayal tentang sosok calon ideal… *ting…ting…ting…*
Ingin pria setampan nabi Yusuf, aku berkaca……sayangnya aku tak secantik Zulaikha……*berat*
Ingin pria sekaya nabi Sulaiman, aku berkaca……sayangnya aku tak punya istana semegah kepunyaan ratu Bilqis……*berat juga*
Ingin pria yang akhlaknya sebagus nabi Muhammad SAW, aku berkaca……sayangnya akhlakku tak sebaik Siti Khadijah ataupun Siti Aisyah……*lebih berat*
Lalu ingin pria seperti apa...?
Ketika aku berfikir akan ketampanan, maka aku risau akan pudar
Ketika aku berujar akan aura keindahan fisik, maka aku resah akan hilang
Ketampanan hati dan iman itulah yang sebenarnya aku cari
Kerana aura keimananlah itu yang paling utama, sebab itu aku jatuh cinta...
Kepada...
Ya Rabbi datangkanlah Seorang pria yang sungguh
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk ALLAH
Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan
dan berusaha menjadikan sifat-sifat ALLAH
Seorang pria yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdasDan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena fisikku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Ya Rabbi...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang pria yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tapi kamu ada dimana wahai pria...?
Terserah kamu...
Aku jauh-jauh ke sana, kamu ngga ada
Sekarang juga, saat ini juga
Kalau ngga, tidak jadi masalah, bukan?
Kamu masih ragu?
Pasti kamu lagi bingung mana alasan yang tepat
Moga ALLAH memudahkan langkah ikhtiar & kemantapan hati
Dan aku mohon pada ALLAH untuk...
Membuat aku menjadi wanita yang dapat membuatmu bangga
Memberikan aku hati yang sungguh mencintai ALLAH sehingga aku dapat mencintaimu dengan sekedar cintaku
Memberikan sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dari ALLAH
Memberikan aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untukmu
Memberikan aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirimu
Memberikan aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, agar aku mampu memberikan semangat serta mendukungmu setiap saat dan tersenyum untuk dirimu setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kita akan bertemu, aku berharap kita berdua dapat berkata:
“Betapa Maha Besarnya ALLAH karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa ALLAH ingin kita bertemu pada waktu yang tepat
Dan ALLAH akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah ALLAH tentukan
Allahumma Amin... ^_________^
Subscribe to:
Posts (Atom)